“Sekolah Jangan Dibiarkan Kotor!” Kepala SMPN 16 Bengkulu ‘Sentil’ Keras Sistem: Siapa yang Sebenarnya Lalai?

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu, 7 April 2026 | MediaViral.net

Pernyataan keras datang dari Kepala SMPN 16 Kota Bengkulu, Akhirman, S.Pd., M.TPd., yang secara terbuka menyoroti persoalan klasik dunia pendidikan: sekolah kotor yang seolah dianggap hal biasa.

Namun kali ini, sorotan tak hanya mengarah ke siswa. Akhirman justru “menyentil” lebih luas—mulai dari budaya sekolah, lemahnya pengawasan, hingga minimnya perhatian terhadap lingkungan pendidikan.

banner 600x600

“Jangan biasakan sekolah dalam kondisi kotor. Kalau itu terus terjadi, berarti ada yang salah, bukan hanya di siswa, tapi di sistemnya!” tegasnya saat ditemui awak mediaviral.co, Selasa (7/4/2026).

Dengan jumlah 630 siswa, menjaga kebersihan tentu bukan perkara ringan. Namun menurutnya, jika seluruh pihak—guru, manajemen sekolah, hingga pemangku kebijakan—benar-benar serius, kondisi kumuh tidak akan dibiarkan berlarut-larut.

Baca Juga :  Maknai Hari Lahir Pancasila 2024, Kapolres Kobar Hadiri Upacara Peringatan Tingkat Kabupaten Kobar

Ia bahkan secara tidak langsung mengkritik pola lama yang cenderung abai.

“Kalau setiap hari lihat sampah tapi dibiarkan, itu bukan tidak mampu—itu tidak peduli,” sindirnya tajam.

Sebagai bentuk perlawanan terhadap kondisi tersebut, Akhirman langsung menerapkan langkah tegas. Seluruh siswa diwajibkan membersihkan lingkungan sebelum kegiatan belajar dimulai. Tidak ada toleransi bagi yang melanggar.

Di sisi lain, gerakan penghijauan juga digencarkan. Pohon-pohon ditanam dan dirawat untuk mengubah suasana sekolah yang sebelumnya terkesan panas menjadi lebih sejuk dan nyaman.

Namun di balik langkah itu, kritik kembali diarahkan ke pihak luar sekolah. Ia menilai, upaya perubahan tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada sekolah tanpa dukungan nyata dari pemerintah.

Baca Juga :  Kang Bupati Sugiri Sancoko Hadiri Harlah Ke-2 ABPEDNAS Kabupaten Ponorogo

“Sekolah dituntut bersih dan hijau, tapi dukungan minim. Ini yang harus jadi perhatian. Jangan hanya minta hasil, tapi fasilitasnya tidak diperhatikan,” ujarnya.

Akhirman pun berharap Pemerintah Kota Bengkulu, khususnya Wali Kota, dapat turun langsung memberikan bantuan berupa bibit tanaman dan dukungan program lingkungan.

Pernyataan ini seolah menjadi sinyal keras: perubahan tidak akan terjadi jika semua pihak hanya saling melempar tanggung jawab.

Kini publik menanti, apakah ini akan menjadi momentum pembenahan serius dunia pendidikan di Bengkulu, atau justru kembali menjadi wacana yang menguap tanpa tindak lanjut. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru