Diduga Brutal! Oknum Satgas Dispora Kota Serang Diseret Isu Kekerasan, Mahasiswa Mengamuk dan Ultimatum APH

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serang, Banten 8 April 2026 — MediaViral.net

Aroma skandal kembali mencoreng wajah birokrasi daerah. Dugaan aksi kekerasan yang melibatkan oknum Satuan Tugas (Satgas) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Serang kini memantik amarah besar dari kalangan mahasiswa.

Koalisi Mahasiswa Banten Menggugat secara terbuka “memanaskan” situasi dengan kecaman keras terhadap insiden yang menyeret nama Rendi sebagai terduga pelaku, dengan dua korban, Zul dan Abas, yang disebut mengalami dampak serius akibat tindakan tersebut.

banner 600x600

Mahasiswa menilai, peristiwa ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan cerminan buruknya pengawasan dan dugaan arogansi oknum yang berlindung di balik institusi pemerintah.

“Ini bukan lagi pelanggaran biasa, ini sudah masuk kategori tindakan yang mencederai rasa keadilan publik. Jika dibiarkan, ini menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum,” tegas Geri Wijaya dengan nada geram.

Baca Juga :  Dekatkan Institusi Polri Dengan Masyarakat, Polres Kobar Melaksanakan Giat Minggu Kasih

Gelombang desakan pun menguat. Mahasiswa secara lantang memberi ultimatum kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar tidak bermain-main dalam menangani kasus ini. Mereka menuntut proses hukum dilakukan secara terbuka, tanpa kompromi, dan tanpa perlindungan terhadap siapa pun yang terlibat.

“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Jika aparat lamban, kami siap turun ke jalan dengan aksi yang lebih besar,” ancamnya.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga menyoroti potensi adanya upaya “main aman” atau bahkan dugaan penutupan kasus jika tidak diawasi secara ketat oleh publik.

Baca Juga :  Baru Selesai Dikerjakan Bangunan Rabat Beton di Desa Landbouw Rusak

Di sisi lain, kondisi korban menjadi perhatian serius. Mahasiswa menegaskan bahwa Zul dan Abas tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri menghadapi dampak fisik maupun trauma psikologis akibat insiden tersebut.

Kasus ini kini menjadi sorotan tajam dan ujian nyata bagi integritas penegakan hukum di daerah. Publik menunggu: apakah hukum benar-benar ditegakkan, atau justru kembali tumpul ketika berhadapan dengan oknum berkuasa?

Satu hal yang pasti, mahasiswa menegaskan tidak akan mundur. Mereka siap mengawal kasus ini hingga tuntas, bahkan jika harus mengguncang jalanan demi memastikan keadilan benar-benar ditegakkan. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru