Lampung Barat – MediaViral.net
Hibah aset berupa tanah, bangunan, dan peralatan mesin eks LIPI dari BRIN ke Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menuai sorotan. Di balik klaim sebagai langkah strategis, publik mulai mempertanyakan: akankah aset ini benar-benar dimanfaatkan, atau justru bernasib sama seperti banyak aset mangkrak lainnya?
Aset yang berlokasi di Pekon Padang Dalom, Kecamatan Balik Bukit itu disebut akan dijadikan sekolah lapang di bawah kendali BRIDA Lampung Barat. Bahkan, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus juga menggadang-gadang lokasi tersebut menjadi pusat pendidikan dan pelatihan (diklat) ASN.

Namun, rencana besar ini memicu tanda tanya. Pasalnya, tidak sedikit proyek serupa yang sebelumnya digembar-gemborkan berakhir tanpa kejelasan manfaat.
“Jangan sampai ini hanya jadi proyek papan nama. Masyarakat butuh bukti nyata, bukan sekadar rencana,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Bupati Parosil sendiri menyatakan akan menggandeng Universitas Lampung dan Institut Teknologi Sumatera dalam pengelolaannya. Namun, hingga kini belum dijelaskan secara rinci kapan realisasi dimulai, berapa anggaran yang akan digelontorkan, serta bagaimana skema pengelolaan jangka panjangnya.
Minimnya transparansi ini semakin memancing kecurigaan publik. Terlebih, hibah aset negara seharusnya dikelola secara terbuka dan akuntabel agar tidak berujung pada pemborosan atau bahkan potensi penyimpangan.
Jika benar dikelola serius, aset ini bisa menjadi pusat inovasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Lampung Barat. Namun jika tidak, bukan tidak mungkin lokasi tersebut hanya akan menjadi simbol ambisi tanpa realisasi.
Kini, masyarakat menunggu—apakah ini akan menjadi tonggak kemajuan, atau sekadar janji yang kembali menguap? (mediaviral.net)










