Telukdalam, Nias Selatan, Sumatera Utara | MediaViral.net
Skandal distribusi bahan bakar minyak (BBM) kembali mencuat di wilayah kepulauan. Kali ini, sekitar 1 ton BBM ilegal diduga hendak diselundupkan menggunakan kapal kayu KM Entino 1, sebelum akhirnya dibongkar oleh petugas Syahbandar Telukdalam di Pelabuhan Lama, Rabu (15/4/2026).
Temuan ini bukan sekadar pelanggaran administratif biasa. Lima drum besar berisi solar tanpa dokumen resmi ditemukan bercampur dengan puluhan drum BBM legal milik PLN dan nelayan. Modus ini memicu dugaan adanya praktik “penyelipan” barang ilegal di balik muatan resmi.

“Tidak memiliki dokumen, langsung kami turunkan,” ujar petugas Syahbandar, Suatujanziman Laia.
Namun publik bertanya, bagaimana mungkin BBM ilegal bisa lolos hingga tahap muat kapal? Apakah ini murni kelalaian, atau ada sesuatu yang sengaja “dibiarkan”?
Kapal Tak Layak, Tapi Tetap Jalan: Pelanggaran SOP Terang-terangan?
Fakta yang lebih mengejutkan terungkap dari pengakuan pihak otoritas sendiri. Kapal kayu KM Entino 1 disebut tidak layak mengangkut BBM, apalagi bahan berbahaya, karena tidak memenuhi standar sesuai aturan PP Nomor 28 Tahun 2025 (KBLI 5013).
Namun alih-alih dihentikan total, kapal tersebut justru tetap direkomendasikan beroperasi.
“Memang tidak sesuai aturan, tapi tetap direkomendasikan karena kebutuhan listrik masyarakat,” kata Kepala UPP Telukdalam, Eneas Wate.
Pernyataan ini langsung memicu kontroversi. Sejak kapan pelanggaran SOP bisa dibenarkan atas nama kebutuhan? Jika aturan bisa “dilonggarkan”, maka celah penyelundupan semakin terbuka lebar.
BBM Ilegal Diselipkan di Tengah Muatan Resmi: Kebetulan atau Pola?
Di dalam kapal yang sama, ditemukan 72 drum BBM milik PLN dan 10 drum untuk nelayan dengan dokumen lengkap. Namun di antara itu, terselip 5 drum ilegal tanpa identitas.
Kondisi ini menimbulkan kecurigaan serius:
Apakah ini hanya satu kali kejadian?
Atau sudah menjadi pola yang berulang dan sistematis?
Siapa pemilik sebenarnya BBM ilegal tersebut?
Lebih jauh, belum ada penjelasan tegas mengenai asal-usul BBM ilegal maupun pihak yang harus bertanggung jawab.
Pengawasan Dipertanyakan, Potensi “Main Mata” Mengemuka
Kasus ini membuka dugaan adanya kelemahan serius dalam pengawasan pelabuhan, bahkan memunculkan spekulasi liar soal kemungkinan keterlibatan oknum.
Pasalnya, BBM ilegal tersebut sudah berada di atas kapal dan hampir diberangkatkan. Artinya, proses pengawasan sebelumnya patut dipertanyakan.
Apakah ini sekadar kecolongan?
Atau ada praktik “main mata” yang selama ini luput dari sorotan?
Jangan Sampai Hanya Berhenti di Pembongkaran
Hingga kini, barang bukti masih berada di Pelabuhan Lama Telukdalam. Namun publik menilai, membongkar BBM ilegal saja tidak cukup.
Yang lebih penting adalah:
Mengungkap siapa aktor di balik distribusi ilegal ini
Menelusuri jaringan distribusi BBM di wilayah kepulauan
Menindak tegas jika ada pelanggaran, tanpa kompromi
Jika tidak, kasus ini dikhawatirkan hanya akan menjadi drama sesaat tanpa penyelesaian, sementara praktik serupa terus berulang di balik layar.
Pertanyaan Besar yang Belum Terjawab
Kasus KM Entino 1 kini menyisakan satu pertanyaan besar:
Apakah ini benar-benar hanya pelanggaran kecil, atau bagian dari skema besar distribusi BBM ilegal di wilayah kepulauan?
Publik menunggu keberanian aparat untuk membuka semuanya — bukan sekadar menghentikan di permukaan. (mediaviral.net)










