Anggaran Iuran Guru PGRI OKI Sumatera Selatan 2025 Disorot Tajam: Minim Kegiatan, Transparansi Nihil, Dugaan Korupsi Makin Menguat

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kayuagung, OKI, Sumatera Selatan – MediaViral.net

Pengelolaan anggaran iuran guru oleh organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tahun 2025 kini menuai sorotan tajam. Minimnya aktivitas organisasi yang seharusnya menjadi wadah perjuangan guru justru memicu kecurigaan publik terhadap dugaan praktik korupsi dan penyalahgunaan dana.

Setiap bulan, ribuan guru anggota PGRI OKI secara rutin membayar iuran yang langsung dipotong dari gaji, berkisar antara Rp15.000 hingga Rp30.000 per orang. Jika diakumulasikan, jumlah dana yang terkumpul diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya. Namun ironisnya, manfaat nyata dari dana tersebut nyaris tak terlihat.

banner 600x600

Sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa selama tahun 2025, aktivitas PGRI OKI sangat minim, bahkan terkesan “mati suri”. Program-program yang seharusnya menjadi prioritas—seperti pelatihan peningkatan kompetensi guru, kegiatan sosial, olahraga, hingga bantuan bagi anggota—nyaris tidak berjalan.

Baca Juga :  Wujud Peduli Polri Terhadap Masyarakat Kurang Mampu, Polsek Aruta Salurkan Bansos di Kelurahan Pangkut

“Kami rutin bayar iuran, langsung dipotong dari gaji. Tapi sampai sekarang, tidak ada kejelasan dana itu dipakai untuk apa. Tidak ada laporan, tidak ada kegiatan yang terasa manfaatnya. Ini sangat mencurigakan,” ungkap sumber tersebut.

Kondisi ini semakin memperkuat dugaan bahwa dana iuran yang berasal dari keringat para guru tersebut tidak dikelola secara transparan. Bahkan, publik mulai mencium adanya indikasi kuat praktik korupsi yang dilakukan oleh oknum pengurus.

Ketiadaan laporan keuangan yang terbuka, tidak adanya publikasi program kerja, serta nihilnya pertanggungjawaban kepada anggota menjadi tanda tanya besar. Padahal, sebagai organisasi profesi, PGRI memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk mengelola dana anggota secara akuntabel.

Baca Juga :  Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Pesisir Barat, Serikat Pekerja Soroti Kesejahteraan di Era Digital

“Kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan, PGRI bisa kehilangan legitimasi sebagai organisasi perjuangan guru. Kepercayaan anggota akan runtuh jika transparansi diabaikan,” ujar Yuni, salah satu pemerhati pendidikan di OKI.

Desakan pun menguat. Publik meminta pengurus PGRI OKI segera buka suara dan memberikan klarifikasi menyeluruh terkait pengelolaan anggaran tahun 2025. Audit independen dinilai perlu dilakukan guna memastikan tidak adanya penyimpangan dana.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak pengurus PGRI OKI masih terus dilakukan. Publik kini menunggu jawaban: ke mana sebenarnya aliran dana iuran guru selama ini? (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru