Kayuagung, OKI, Sumatera Selatan – MediaViral.net
Pengelolaan anggaran iuran guru oleh organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tahun 2025 kini menuai sorotan tajam. Minimnya aktivitas organisasi yang seharusnya menjadi wadah perjuangan guru justru memicu kecurigaan publik terhadap dugaan praktik korupsi dan penyalahgunaan dana.
Setiap bulan, ribuan guru anggota PGRI OKI secara rutin membayar iuran yang langsung dipotong dari gaji, berkisar antara Rp15.000 hingga Rp30.000 per orang. Jika diakumulasikan, jumlah dana yang terkumpul diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya. Namun ironisnya, manfaat nyata dari dana tersebut nyaris tak terlihat.

Sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa selama tahun 2025, aktivitas PGRI OKI sangat minim, bahkan terkesan “mati suri”. Program-program yang seharusnya menjadi prioritas—seperti pelatihan peningkatan kompetensi guru, kegiatan sosial, olahraga, hingga bantuan bagi anggota—nyaris tidak berjalan.
“Kami rutin bayar iuran, langsung dipotong dari gaji. Tapi sampai sekarang, tidak ada kejelasan dana itu dipakai untuk apa. Tidak ada laporan, tidak ada kegiatan yang terasa manfaatnya. Ini sangat mencurigakan,” ungkap sumber tersebut.
Kondisi ini semakin memperkuat dugaan bahwa dana iuran yang berasal dari keringat para guru tersebut tidak dikelola secara transparan. Bahkan, publik mulai mencium adanya indikasi kuat praktik korupsi yang dilakukan oleh oknum pengurus.
Ketiadaan laporan keuangan yang terbuka, tidak adanya publikasi program kerja, serta nihilnya pertanggungjawaban kepada anggota menjadi tanda tanya besar. Padahal, sebagai organisasi profesi, PGRI memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk mengelola dana anggota secara akuntabel.
“Kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan, PGRI bisa kehilangan legitimasi sebagai organisasi perjuangan guru. Kepercayaan anggota akan runtuh jika transparansi diabaikan,” ujar Yuni, salah satu pemerhati pendidikan di OKI.
Desakan pun menguat. Publik meminta pengurus PGRI OKI segera buka suara dan memberikan klarifikasi menyeluruh terkait pengelolaan anggaran tahun 2025. Audit independen dinilai perlu dilakukan guna memastikan tidak adanya penyimpangan dana.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak pengurus PGRI OKI masih terus dilakukan. Publik kini menunggu jawaban: ke mana sebenarnya aliran dana iuran guru selama ini? (mediaviral.net)










