Pandeglang, Banten – MediaViral.net
Keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak di Kabupaten Pandeglang kembali mencuat. Unggahan demi unggahan di media sosial seperti TikTok dan Facebook yang memperlihatkan jalan berlumpur dan berlubang seakan menjadi pemandangan yang tidak lagi asing. Namun, berbagai keluhan tersebut dinilai belum mampu mengetuk hati para pemimpin daerah untuk segera bertindak.
Hasil penelusuran awak MediaViral.co di jalur Desa Padali–Padasuka hingga Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, menunjukkan kondisi jalan yang memprihatinkan. Sepanjang kurang lebih 18 kilometer, hampir seluruh ruas jalan mengalami kerusakan parah.

Batu-batu besar berserakan di badan jalan, sementara lubang-lubang yang tergenang air membuat pengendara kesulitan melintas. Pengguna jalan bahkan harus ekstra hati-hati memilih jalur, membedakan lubang yang dalam dan dangkal demi menghindari kecelakaan.
Sejumlah warga yang dimintai keterangan menyebutkan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa adanya perbaikan signifikan dari pemerintah daerah.
“Jalan ini sudah lama dibiarkan seperti ini. Dari zaman bupati sebelumnya sampai sekarang, tidak ada perubahan,” ungkap salah satu warga.
Kekecewaan warga semakin memuncak karena janji kampanye yang pernah disampaikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang, Dewi dan Iing, dinilai tidak terealisasi.
“Dulu saat kampanye janji mau memperbaiki jalan kabupaten yang rusak. Tapi sampai hari ini belum pernah tersentuh pembangunan,” ujar warga lainnya, Selasa (08/04/2026).
Masyarakat sebenarnya tidak menuntut hal berlebihan. Mereka hanya berharap akses jalan diperbaiki agar aktivitas transportasi berjalan lancar dan perekonomian warga bisa berkembang.
Namun, kekecewaan yang mendalam membuat sebagian warga melontarkan kritik keras terhadap pemerintah daerah hingga tingkat provinsi.
“Kami menilai bupati, wakil bupati, bahkan gubernur tidak becus. Janji manis saat kampanye, tapi kenyataannya tidak ada realisasi,” ucap warga dengan nada kecewa.
Kondisi ini memunculkan dugaan di tengah masyarakat bahwa wilayah tersebut seolah-olah diabaikan, bahkan dianggap “terisolasi” oleh pemerintah daerah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Pandeglang maupun Pemerintah Provinsi Banten terkait keluhan warga tersebut. (mediaviral.net)










