Blambangan Umpu, Way Kanan, Lampung – MediaViral.net
Memasuki hari ketiga, suasana pembekalan di Rumah Edukasi Anti Narkoba DPC GRANAT Way Kanan semakin intens. Kegiatan ini tidak lagi sekadar rutinitas, tetapi menjadi momentum evaluasi serius bagi para peserta: apakah benar siap turun melawan narkoba, atau hanya sebatas memenuhi kewajiban?
Program yang digelar oleh Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) ini diikuti berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Way Kanan, mulai dari dinas hingga kecamatan dan puskesmas.

Pada hari ketiga ini, materi yang disampaikan tidak lagi bersifat umum. Penyampaian dilakukan secara tegas, lugas, dan berbasis realitas di lapangan, sehingga peserta dihadapkan langsung pada kondisi nyata peredaran narkoba yang semakin mengkhawatirkan.
Salah satu peserta mengakui bahwa kegiatan ini menjadi pengingat penting bagi peran masing-masing instansi.
“Kami mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang bahaya narkoba, langkah penanggulangan, serta peran kami di lapangan. Tantangannya adalah bagaimana kami benar-benar mengimplementasikannya,” ujarnya.
Pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah pentingnya aksi nyata. Upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba tidak cukup hanya melalui pelatihan, tetapi harus diikuti dengan langkah konkret di lapangan.
Hari ketiga ini menjadi titik penting bagi Satgas OPD untuk menentukan arah langkah ke depan. Apakah akan menjadi garda terdepan dalam upaya pemberantasan narkoba, atau sekadar menambah daftar kegiatan tanpa dampak yang signifikan.
Kini, Way Kanan dihadapkan pada pilihan yang jelas: memperkuat komitmen dan tindakan nyata dalam melawan narkoba, atau menghadapi risiko meningkatnya ancaman di tengah masyarakat. (mediaviral.net)










