Kayuagung, OKI, Sumatera Selatan – MediaViral.net
Dugaan korupsi, mark-up anggaran, hingga penyalahgunaan dana BOS di SD Negeri 15 Kayuagung kini menjadi sorotan serius publik. Masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai mempertanyakan sikap Inspektorat yang dinilai belum menunjukkan langkah tegas.
Desakan agar Inspektorat segera turun tangan terus menguat. Warga menilai, lambannya respons justru menimbulkan tanda tanya besar dan berpotensi memunculkan ketidakpercayaan terhadap lembaga pengawas tersebut.

Siti Aisyah, salah satu warga Kayuagung, menyampaikan keresahan yang dirasakan masyarakat.
“Ini uang rakyat, bukan uang pribadi. Kalau memang ada dugaan korupsi dan mark-up, seharusnya segera diperiksa secara terbuka dan profesional,” ujarnya.
Menurutnya, kasus ini menjadi ujian nyata bagi Inspektorat OKI dalam menjalankan fungsi pengawasan. Masyarakat berharap lembaga tersebut tidak hanya berperan secara administratif, tetapi juga mampu mengambil langkah konkret dalam menindaklanjuti dugaan pelanggaran.
Publik juga menilai, apabila dugaan ini benar terjadi, maka hal tersebut merupakan pelanggaran serius yang berdampak langsung pada kualitas pendidikan. Dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan siswa justru diduga tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
“Jika dibiarkan, hal seperti ini bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah, khususnya dalam pengelolaan anggaran pendidikan,” tambah Siti.
Kekhawatiran lain yang muncul adalah potensi terjadinya praktik serupa di tempat lain jika tidak ada tindakan tegas. Oleh karena itu, masyarakat mendesak agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh, transparan, dan akuntabel.
Kini, perhatian publik tertuju pada Inspektorat Kabupaten OKI. Masyarakat menunggu langkah nyata berupa investigasi mendalam serta penegakan aturan yang adil dan tidak tebang pilih.
Kepercayaan publik, pada akhirnya, akan sangat ditentukan oleh keberanian dan keseriusan dalam menindaklanjuti dugaan yang ada. (mediaviral.net)










