Lampung Barat – MediaViral.net
Putusnya ruas jalan penghubung Padang Tambak – Air Putih di Kecamatan Way Tenong bukan sekadar bencana alam biasa. Peristiwa ini memicu pertanyaan serius: di mana kesiapan dan antisipasi pemerintah selama ini?
Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, memang telah turun langsung ke lokasi pada Selasa (14/04/2026). Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kerusakan yang terjadi begitu parah hingga badan jalan ambruk sepanjang kurang lebih 10 meter akibat gorong-gorong yang ambles diterjang hujan deras sehari sebelumnya.

Jalan tersebut bukan jalur biasa. Ini adalah akses vital yang menghubungkan Pekon Sukaraja dan Pekon Srimenanti—urat nadi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Kini, akses itu terputus total. Warga terpaksa memutar jauh, bahkan menghadapi risiko keselamatan, terutama saat malam hari dengan penerangan yang minim.
Kondisi ini menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat. Banyak pihak mulai mempertanyakan kualitas pembangunan infrastruktur serta sistem drainase yang dinilai tidak mampu bertahan menghadapi hujan dengan intensitas tinggi.
Apakah ini murni karena cuaca ekstrem, atau ada persoalan lain yang selama ini diabaikan?
Dalam keterangannya, Parosil Mabsus menegaskan bahwa penanganan harus segera dilakukan dan tidak boleh berlarut-larut. Ia juga meminta seluruh instansi terkait seperti BPBD, Dinas PUPR, camat, hingga aparatur pekon untuk bergerak cepat.
Namun, publik menilai bahwa langkah cepat seharusnya tidak hanya terjadi setelah kerusakan terjadi. Pencegahan dan perawatan infrastruktur semestinya menjadi prioritas, bukan sekadar respons setelah bencana datang.
Jika kondisi ini terus berulang, bukan tidak mungkin dampaknya akan semakin luas—melumpuhkan ekonomi lokal, menghambat distribusi hasil pertanian, hingga mengancam keselamatan warga.
Kini masyarakat menunggu, bukan hanya janji penanganan cepat, tetapi bukti nyata bahwa pemerintah benar-benar serius membenahi infrastruktur yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka. (mediaviral.net)










