Jalan Vital Putus di Way Tenong, Warga Terisolasi! Di Mana Antisipasi Pemerintah?

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Barat – MediaViral.net

Putusnya ruas jalan penghubung Padang Tambak – Air Putih di Kecamatan Way Tenong bukan sekadar bencana alam biasa. Peristiwa ini memicu pertanyaan serius: di mana kesiapan dan antisipasi pemerintah selama ini?

Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, memang telah turun langsung ke lokasi pada Selasa (14/04/2026). Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kerusakan yang terjadi begitu parah hingga badan jalan ambruk sepanjang kurang lebih 10 meter akibat gorong-gorong yang ambles diterjang hujan deras sehari sebelumnya.

banner 600x600

Jalan tersebut bukan jalur biasa. Ini adalah akses vital yang menghubungkan Pekon Sukaraja dan Pekon Srimenanti—urat nadi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Kini, akses itu terputus total. Warga terpaksa memutar jauh, bahkan menghadapi risiko keselamatan, terutama saat malam hari dengan penerangan yang minim.

Baca Juga :  Skandal Jembatan Rp16 Miliar di Seluma Bengkulu: Baru Diresmikan, Kini Ambruk

Kondisi ini menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat. Banyak pihak mulai mempertanyakan kualitas pembangunan infrastruktur serta sistem drainase yang dinilai tidak mampu bertahan menghadapi hujan dengan intensitas tinggi.

Apakah ini murni karena cuaca ekstrem, atau ada persoalan lain yang selama ini diabaikan?

Dalam keterangannya, Parosil Mabsus menegaskan bahwa penanganan harus segera dilakukan dan tidak boleh berlarut-larut. Ia juga meminta seluruh instansi terkait seperti BPBD, Dinas PUPR, camat, hingga aparatur pekon untuk bergerak cepat.

Baca Juga :  Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Namun, publik menilai bahwa langkah cepat seharusnya tidak hanya terjadi setelah kerusakan terjadi. Pencegahan dan perawatan infrastruktur semestinya menjadi prioritas, bukan sekadar respons setelah bencana datang.

Jika kondisi ini terus berulang, bukan tidak mungkin dampaknya akan semakin luas—melumpuhkan ekonomi lokal, menghambat distribusi hasil pertanian, hingga mengancam keselamatan warga.

Kini masyarakat menunggu, bukan hanya janji penanganan cepat, tetapi bukti nyata bahwa pemerintah benar-benar serius membenahi infrastruktur yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru