Pesisir Barat, Lampung — MediaViral.net
Situasi keamanan tak boleh lengah! Kapolres Pesisir Barat, AKBP Bestiana, S.I.K., M.M., turun langsung memimpin Apel Sabuk Kamtibmas bersama masyarakat, Senin (13/4/2026), di halaman Mapolres Pesisir Barat.
Apel ini bukan sekadar seremonial. Di tengah meningkatnya potensi gangguan keamanan, kepolisian mulai menggerakkan kembali peran aktif masyarakat—bahkan hingga menghidupkan kembali alat tradisional: kentongan.

Ratusan peserta yang terdiri dari personel Polres, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, hingga mitra kamtibmas hadir dalam kegiatan tersebut. Suasana terlihat serius—pesan yang disampaikan pun tegas: keamanan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya polisi.
Dalam momen itu, Kapolres secara simbolis menyerahkan kentongan kepada mitra kamtibmas. Bukan tanpa alasan—kentongan kini didorong menjadi alat deteksi dini jika terjadi gangguan keamanan di lingkungan warga.
“Jangan tunggu kejadian besar baru bergerak. Deteksi sejak awal, sekecil apa pun gangguannya,” tegas AKBP Bestiana.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa aparat mulai memperkuat sistem keamanan berbasis masyarakat. Kentongan yang dulu dianggap kuno, kini kembali diangkat sebagai simbol kewaspadaan dan solidaritas warga.
Tak hanya itu, Kapolres juga menyoroti pentingnya komunikasi cepat. Ia meminta seluruh mitra kamtibmas untuk tidak lagi ragu berkoordinasi langsung dengan aparat, mulai dari Bhabinkamtibmas hingga jajaran Polres.
“Kalau komunikasi lambat, penanganan juga lambat. Ini yang tidak boleh terjadi,” ujarnya dengan nada serius.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat keras: tanpa keterlibatan masyarakat, stabilitas keamanan akan rapuh. Kolaborasi antara warga dan aparat kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.
Dengan digelarnya apel ini, Polres Pesisir Barat ingin memastikan satu hal—keamanan wilayah tidak boleh kecolongan, dan masyarakat harus jadi garda terdepan. (mediaviral.net)










