Pandeglang/Banten, mediaviral.net
Pandeglang membutuhkan anggaran sebesar Rp40 Miliar untuk menyelamatkan TPA Bangkonol di Desa Bangkonol, Kabupaten Pandeglang dari sanksi penutupan dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Anggaran sebesar Rp40 Miliar saat ini telah disediakan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan dengan imbalan harus menerima sampah dari daerah Tangerang selatan dengan volume dari 300 ton hinga 500 ton perhari ,
ini menimbulkan banyak penolakan dari berbagai kalangan di kabupaten Pandeglang,
namun pemerintah Pandeglang bersikukuh tetap melanjutkan menampung sampah dari Tangsel tersebut dengan menandatangani surat kerja sama beberapa waktu yang lalu .
AlasanPenolakan terhadap rencana penampungan sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di TPA Bangkonol, Pandeglang, muncul dari berbagai kalangan masyarakat bukan baru baru ini tetapi dari sejak terdengarnya isu ini sebelumnya berbagai elemen hinga mahasiwapun pernah mnyampaikanya melalui unjuk rasa beberapa waktu yang lalu namun tetap tidak di hiraukan oleh pemkab Pandeglang dengan bersikukuh melanjutkan ide gilanya ini

Alasan penolakan ini terutama terkait kekhawatiran akan dampak lingkungan dan kesehatan yang ditimbulkan oleh peningkatan volume sampah,
serta ketidakpercayaan dan ketidak becusan terhadap pengelolaan sampah yang sudah ada.
Alasan Penolakan:
Dampak Lingkungan dan Kesehatan:
Warga sekitar TPA Bangkonol, seperti di Desa Bangkonol, Kecamatan Koroncong, mengeluhkan bau menyengat dan lalat yang semakin parah akibat volume sampah yang terus meningkat, termasuk kiriman dari Kabupaten Serang. Mereka khawatir jika ditambah kiriman sampah dari Tangsel, kondisi lingkungan akan semakin memburuk.
Ada kehawatiran bahwa sampah dari Tangsel, terutama jika tidak dikelola dengan baik, dapat mencemari lingkungan sekitar TPA dan sumber air bersih.
Sementara Pengelolaan Sampah Lokal tidak Maksimal
Beberapa pihak menilai bahwa pengelolaan sampah di Pandeglang sendiri belum optimal, sehingga menambah sampah dari daerah lain di hawatirkan akan memperburuk situasi.
Tidak Ada Sosialisasi yang Jelas:
Beberapa warga merasa kurang dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan terkait kerja sama ini dan tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai dampaknya
Ada juga yang berpendapat bahwa Pandeglang tidak seharusnya menjadi tempat pembuangan sampah bagi daerah lain, sementara masalah sampah di dalam daerah sendiri belum terselesaikan.
Bahkan beberapa hari lalu wakil bupati Pandeglang Iing dalam komprensi pers menyampaikan bahwa tumpukan sampah yang ada saat ini
itu peningalan pemimpin sebelumnya bukan tumpukan sampah diera dia saat ini .
Ini juga menimbulkan spekulasi ketidak mampuan pemkab Pandeglang yang tidak mampu menetralisir adanya tumpukan sampah yang ada sejak pemimpin sebelumnya,
bukankah sebelum menjadi wakil bupati Pandeglang saat dirinya mncalonkan diri menjadi wakil bupati sudah tau adanya permasalahan tersebut, bukanya itu diselesaikan bukan menambah kembali sampah dari Tangsel dengan volume 500 ton perhari,
ini bisa menimbulkan dampak yang sangat besar bagi lingkungan di sekitar TPA ungkap beberapa narasumber 29 juli 2025.
Pandeglang Koranpemberitaankorupsi.id
( A Sandora)










