Pajak Tambang Diduga Bocor Rp16 Miliar Per-Tahun, Kinerja Bapenda OKU Timur Jadi Sorotan BPK

Selasa, 29 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OKU Timur/Sumatra Selatan, mediaviral.net

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten OKU Timur tahun anggaran 2024 mengungkapkan temuan serius di sektor perpajakan, khususnya Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).

Dalam laporan tersebut, Bapenda OKU Timur dinilai belum optimal mengelola potensi pajak dari sektor pertambangan, yang berakibat pada kebocoran potensi pendapatan hingga Rp16,9 miliar setiap tahun.

banner 600x600

Temuan BPK itu didasarkan pada perbandingan data antara Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dengan data Wajib Pajak (WP) di Bapenda. Hasilnya, terdapat 15 perusahaan tambang yang terdaftar di DPMPTSP namun belum tercatat sebagai wajib pajak MBLB di Bapenda OKU Timur. Ini berarti aktivitas penambangan mereka belum dikenakan pajak daerah sebagaimana mestinya.

Dampak langsung dari belum terdatanya perusahaan-perusahaan ini sebagai wajib pajak adalah hilangnya potensi penerimaan pajak dari aktivitas penambangan pasir dan batu pecah di daerah tersebut. BPK memperkirakan potensi kerugian mencapai Rp16.939.650.000 setiap tahun, angka yang sangat signifikan untuk ukuran pendapatan asli daerah.

Baca Juga :  Polsek Sumber Jaya Evakuasi Korban Lakalantas Bus Ranau Indah, 1 Korban Meninggal Dunia

Dalam survei lapangan yang dilakukan tim BPK, ditemukan bahwa satu perusahaan tambang saja mampu memberikan kontribusi Pajak MBLB sebesar Rp3,57 juta per hari. Nilai ini dihitung dari rata-rata penjualan 30 dump truck per hari dengan muatan 7 m³, dikalikan tarif pajak Rp17.000 per m³. Jika dikalikan selama setahun, satu perusahaan saja bisa menyumbang lebih dari Rp1,3 miliar.

Dengan total 13 perusahaan tambang yang berhasil teridentifikasi oleh Bapenda, potensi bruto pendapatan dari sektor pajak MBLB diperkirakan mencapai hampir Rp17 miliar per tahun. Sayangnya, data tersebut belum seluruhnya termonetisasi karena masih lemahnya sistem pendataan dan pengawasan di lapangan.

Menanggapi temuan ini, BPK RI merekomendasikan Bupati OKU Timur untuk segera memerintahkan Kepala Bapenda agar memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan pemungutan Pajak MBLB di wilayahnya. Langkah konkret juga harus dilakukan untuk memperbaiki pendataan dan penetapan wajib pajak secara intensif.

Baca Juga :  Tabrakan Motor Saat Pulang Sekolah, Korban Dilarikan Kerumah Sakit Kota Bumi Lampung Utara

Selain itu, BPK meminta agar Bapenda melakukan verifikasi menyeluruh atas laporan pembayaran pajak yang disampaikan para wajib pajak, termasuk mencocokkannya dengan hasil produksi perusahaan tambang. Verifikasi terhadap dokumen aktivitas penggalian dan distribusi hasil tambang juga dinilai penting sebagai langkah awal penguatan tata kelola perpajakan.

Optimalisasi pendapatan asli daerah dari sektor tambang non-logam dinilai krusial bagi pembangunan OKU Timur. Kebocoran yang dibiarkan akan menjadi preseden buruk bagi integritas keuangan daerah, sekaligus membuka ruang abu-abu yang berisiko menimbulkan praktik penghindaran pajak secara sistematis.

Dengan temuan BPK ini, publik menanti aksi cepat dari Pemkab OKU Timur untuk menertibkan sektor pertambangan dan menutup potensi kebocoran pendapatan daerah. Transparansi, penegakan regulasi, serta pemutakhiran data menjadi kunci agar potensi pendapatan tidak lagi menguap tanpa jejak. (Forwako)
koranpemberitaankorupsi.id

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru