Penyebab Banjir Bandar Lampung: BPK Lampung Bongkar 9 Proyek Talud dan Drainase Bermasalah

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung – MediaViral.net

Di tengah upaya Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, yang rutin turun langsung ke lapangan untuk mengatasi persoalan banjir, sebuah temuan serius justru diungkap oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) Perwakilan Provinsi Lampung.

Sebanyak sembilan paket pekerjaan talud dan drainase Tahun Anggaran 2025 ditemukan bermasalah. Temuan tersebut meliputi kekurangan volume pekerjaan hingga ketidaksesuaian spesifikasi teknis.

banner 600x600

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan BPK Nomor: 6/T/LHP/DJPKN-V.BLP/PPD.03/01/2026 tertanggal 26 Januari 2026, praktik pengurangan volume pekerjaan menjadi salah satu penyebab tidak optimalnya fungsi infrastruktur pengendalian air di Kota Tapis Berseri.

Dalam pemeriksaan uji petik yang melibatkan Dinas Pekerjaan Umum (PU), kontraktor, serta konsultan pengawas, BPK mencatat adanya potensi kerugian negara sebesar Rp331.133.301,43. Dana tersebut direkomendasikan untuk dikembalikan ke kas daerah oleh tujuh perusahaan rekanan.

Baca Juga :  Wujud Nyata Rasa Peduli Polri Kepada Masyarakat, Polres Kobar Berbagi Bansos

Rincian Proyek Bermasalah:

Jalan Bangsa Ratu (CV NA): Ketidaksesuaian spesifikasi Rp38,6 juta dan kekurangan volume Rp5,7 juta.

Way Balau, Kemiling (CV NA): Ketidaksesuaian spesifikasi Rp177,4 juta.

Sumber Agung, Kemiling (CV RP): Kekurangan volume Rp23,2 juta.

Jalan Way Besai, Sukarame (CV PW): Kekurangan volume Rp16,1 juta.

Jalan Mawar Indah, Labuhan Dalam (CV PW): Kekurangan volume Rp5,5 juta.

Jalan Landak, Kedaton (CV ASJ): Kekurangan volume Rp23,9 juta.

Puri Gading, Telukbetung Timur (CV KPP): Kekurangan volume Rp24,6 juta.

Jalan Dr. Harun 2, Tanjung Karang Timur (CV RG): Kekurangan volume Rp3,1 juta.

Jalan Ikan Mas, Bumi Waras (CV GAM): Kekurangan volume Rp12,6 juta.

Meski LHP telah diterbitkan sejak Januari, hingga Jumat (10 April 2026), belum ada satu pun kontraktor yang menindaklanjuti rekomendasi pengembalian kerugian tersebut. Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi para rekanan.

Baca Juga :  Geger Buya Sujana Karis Tokoh Sentral Kabupaten Lebak Ditangkap Polda Banten, Akibat Nyabu dengan Sopir Pribadinya

Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, apabila dalam waktu 60 hari rekomendasi BPK tidak dilaksanakan, maka Aparat Penegak Hukum (APH) dapat meningkatkan status temuan ini ke tahap penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi, bahkan berpotensi mengarah pada Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Temuan ini tidak hanya menyoroti kinerja kontraktor, tetapi juga memunculkan pertanyaan terhadap kredibilitas Dinas Pekerjaan Umum serta konsultan pengawas. Pasalnya, pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi dan mengalami kekurangan volume dapat lolos hingga tahap pembayaran 100 persen.

Publik kini menanti langkah tegas dari Wali Kota Eva Dwiana: apakah para rekanan bermasalah akan dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist), atau tetap dilibatkan dalam proyek-proyek pemerintah selanjutnya. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru