Proyek Rp2 Miliar di Kawasan Hutan Disorot! Rehabilitasi MTs di Mendati Diduga Asal Jadi dan Minim Pengawasan

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Barat, Lampung – MediaViral.net

Proyek rehabilitasi dan renovasi gedung Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Dusun Mendati, Pekonmon, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Proyek yang menelan anggaran lebih dari Rp2 miliar ini diduga bermasalah sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

Yang lebih mengejutkan, lokasi pembangunan disebut berada di kawasan Hutan Tanaman Produksi (HPT), memicu pertanyaan serius terkait legalitas lahan serta kesesuaian perizinan proyek tersebut.

banner 600x600

Pekerjaan yang saat ini masih berlangsung justru menimbulkan kekhawatiran. Dari hasil pantauan di lapangan, kualitas material yang digunakan dinilai jauh dari standar. Kayu yang dipasang tampak tidak lurus dan diduga menggunakan jenis damar yang masih muda, sementara campuran pasir terlihat bercampur lumpur—indikasi kuat lemahnya pengawasan dan potensi pengerjaan asal-asalan.

Berdasarkan data pengadaan, proyek ini dilaksanakan oleh PT Ris Putra Delta di bawah Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Lampung, dengan sumber anggaran dari APBN Tahun 2025–2026.

Baca Juga :  Warga Kampung Pamengker Tolak Aktivitas Wisata PT Vila Emas dan Pendakian Gunung Pulosari, Diduga Izin Bermasalah

Namun fakta di lapangan berbicara lain.

Warga menilai proyek tersebut sarat kejanggalan dan diduga kuat merupakan hasil perencanaan yang tidak matang. Bahkan, muncul dugaan pemborosan anggaran negara yang berpotensi merugikan keuangan publik.

“Ini uang rakyat, bukan uang pribadi. Kalau hasilnya seperti ini, patut dipertanyakan kemana pengawasannya. Jangan sampai ini hanya proyek formalitas,” ungkap salah satu warga dengan nada geram.

Lebih lanjut, sikap tertutup dari pihak pengawas proyek juga menuai kritik. Saat awak media mencoba mengonfirmasi identitas kontraktor maupun pemborong, pengawas lapangan yang disebut bernama Eksa justru enggan memberikan keterangan dan menolak membuka informasi.

Kondisi ini semakin memperkuat dugaan adanya praktik tidak transparan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Baca Juga :  Keterbukaan Publik, Poktan Bancaran Gelar RAT

Masyarakat pun mendesak agar dilakukan audit menyeluruh oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), serta meminta aparat penegak hukum turun tangan untuk mengusut potensi penyimpangan anggaran.

“Kalau bangunan ini nanti tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal, ini jelas pemborosan. Harus ada pemeriksaan serius. Jangan sampai uang rakyat hanya jadi ajang keuntungan segelintir pihak,” tegas warga lainnya.

Warga menegaskan bahwa setiap proyek yang dibiayai dari APBN maupun APBD wajib memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar pembangunan yang asal jadi dan tertutup dari pengawasan publik.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak instansi terkait belum memberikan keterangan resmi. Awak media menyatakan akan terus menelusuri dan mengungkap fakta hingga tuntas. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu
Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain
PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi
Mengapa Bungkam? Dugaan Tertutupnya Informasi Dana BOS SDN 1 Hantatai Seret Disdikbud Lampung Barat dalam Sorotan
AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot
Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026
SD Negeri 02 Bumi Nabung Disorot Warga, Kondisi Gedung Memprihatinkan dan Membahayakan Siswa
Transparansi APBG Dipertanyakan, Warga Cot U Sibak Desak Audit Inspektorat atas Pengelolaan Sejak 2018

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:33 WIB

Oknum Anggota Polres Empat Lawang Diduga Diamankan Saat Berada di Rumah Bandar Sabu

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:28 WIB

Wartawan Bengkulu Laporkan Dugaan Pengancaman dengan Senjata Api, Nama TW Kembali Terseret Kasus Lain

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:24 WIB

PNS di Metro Meninggal Dunia Ditembak Usai Cekcok Soal Utang, Pelaku Diburu Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:07 WIB

AJP Lampung Barat Somasi Peratin Sukabumi, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp1 Miliar Disorot

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Santunan 37 Anak Yatim/Piatu Desa Lhok Seutuy dari Dana Desa dan Infak Aparatur Desa Tahun 2026

Berita Terbaru