Bukit Kemuning, Lampung Utara – MediaViral.net
Kesabaran warga akhirnya habis. Puluhan tahun menunggu, Jalan AK Gani—yang dikenal sebagai “jalan pabrik Ateng”—di Kelurahan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara, kini menjelma jadi monumen kegagalan pemerintah dalam mengurus infrastruktur.
Bukan lagi sekadar rusak—jalan ini hancur, brutal, dan membahayakan nyawa. Lubang menganga seperti jebakan maut, batu tajam berserakan, dan tanjakan ekstrem menjadi ancaman harian bagi siapa pun yang melintas. Ini bukan jalan provinsi—ini potret nyata pembiaran.

Padahal, jalur ini adalah urat nadi ekonomi yang menghubungkan Kabupaten Lampung Utara dengan Kabupaten Way Kanan. Setiap hari dilalui kendaraan pengangkut kopi, lada, jagung, dan hasil bumi lainnya. Namun ironis, justru jalur vital ini seperti sengaja dibiarkan mati perlahan.
Ganti Pemimpin, Tapi Penderitaan Tetap
Warga tak lagi percaya janji. Reki, salah satu warga, meluapkan kekecewaan yang sudah menumpuk bertahun-tahun.
“Pemimpin datang dan pergi, tapi jalan kami tetap seperti ini. Apa kami tidak dianggap bagian dari negara?” tegasnya.
Sindiran ini bukan tanpa alasan. Pergantian kepemimpinan seolah hanya menjadi seremonial tanpa dampak nyata bagi warga di pelosok.
Negara Diam, Warga Bertaruh Nyawa
Di tengah ketidakpedulian itu, warga memilih bergerak sendiri. Dengan dana swadaya, mereka bergotong royong mengecor tanjakan paling berbahaya—titik yang sering memakan korban.
Aksi ini bukan sekadar solusi darurat, tapi tamparan keras bagi pemerintah.
“Kalau kami tidak bergerak, mungkin sudah banyak korban. Kami ini rakyat, bukan penonton penderitaan sendiri,” ujar warga lainnya dengan nada tinggi.
Ini Bukan Sekadar Jalan Rusak, Ini Ketidakadilan
Warga Bukit Kemuning merasa diperlakukan tidak adil. Saat daerah lain menikmati jalan mulus dan pembangunan berkelanjutan, mereka justru harus bertahan dengan kondisi yang memalukan.
Jalan AK Gani kini bukan hanya penghambat ekonomi—tetapi juga ancaman serius bagi keselamatan. Setiap hari, pengendara dipaksa memilih: tetap melintas dengan risiko kecelakaan, atau kehilangan akses penghidupan.
Ultimatum Warga: Perbaiki, atau Kami Lawan!
Warga mendesak Pemerintah Provinsi Lampung untuk segera bertindak dan memasukkan perbaikan Jalan AK Gani sebagai prioritas utama anggaran tahun ini.
Namun satu hal yang pasti—kesabaran warga sudah di ujung batas.
Jika pemerintah terus tutup mata, bukan tidak mungkin gelombang protes akan berubah menjadi perlawanan yang lebih besar.
Karena bagi warga Bukit Kemuning, ini bukan lagi soal jalan rusak—ini soal harga diri yang selama ini diinjak-injak. (mediaviral.net)










