Puluhan Tahun Dibiarkan Hancur! Jalan AK Gani Pabrik Ateng Bukit Kemuning Jadi Bukti Nyata Gubernur Abaikan Rakyat

Sabtu, 11 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukit Kemuning, Lampung Utara – MediaViral.net

Kesabaran warga akhirnya habis. Puluhan tahun menunggu, Jalan AK Gani—yang dikenal sebagai “jalan pabrik Ateng”—di Kelurahan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara, kini menjelma jadi monumen kegagalan pemerintah dalam mengurus infrastruktur.

Bukan lagi sekadar rusak—jalan ini hancur, brutal, dan membahayakan nyawa. Lubang menganga seperti jebakan maut, batu tajam berserakan, dan tanjakan ekstrem menjadi ancaman harian bagi siapa pun yang melintas. Ini bukan jalan provinsi—ini potret nyata pembiaran.

banner 600x600

Padahal, jalur ini adalah urat nadi ekonomi yang menghubungkan Kabupaten Lampung Utara dengan Kabupaten Way Kanan. Setiap hari dilalui kendaraan pengangkut kopi, lada, jagung, dan hasil bumi lainnya. Namun ironis, justru jalur vital ini seperti sengaja dibiarkan mati perlahan.

Ganti Pemimpin, Tapi Penderitaan Tetap

Warga tak lagi percaya janji. Reki, salah satu warga, meluapkan kekecewaan yang sudah menumpuk bertahun-tahun.

Baca Juga :  Ngariung Iman Ngariung Aman Cegah Kenakalan Remaja Kapolres Serang Bersama Orang Tua Murid dan Guru

“Pemimpin datang dan pergi, tapi jalan kami tetap seperti ini. Apa kami tidak dianggap bagian dari negara?” tegasnya.

Sindiran ini bukan tanpa alasan. Pergantian kepemimpinan seolah hanya menjadi seremonial tanpa dampak nyata bagi warga di pelosok.

Negara Diam, Warga Bertaruh Nyawa

Di tengah ketidakpedulian itu, warga memilih bergerak sendiri. Dengan dana swadaya, mereka bergotong royong mengecor tanjakan paling berbahaya—titik yang sering memakan korban.

Aksi ini bukan sekadar solusi darurat, tapi tamparan keras bagi pemerintah.

“Kalau kami tidak bergerak, mungkin sudah banyak korban. Kami ini rakyat, bukan penonton penderitaan sendiri,” ujar warga lainnya dengan nada tinggi.

Ini Bukan Sekadar Jalan Rusak, Ini Ketidakadilan

Warga Bukit Kemuning merasa diperlakukan tidak adil. Saat daerah lain menikmati jalan mulus dan pembangunan berkelanjutan, mereka justru harus bertahan dengan kondisi yang memalukan.

Baca Juga :  Desa Cot Kuta, Ikon Industri Kerajinan di Bireuen

Jalan AK Gani kini bukan hanya penghambat ekonomi—tetapi juga ancaman serius bagi keselamatan. Setiap hari, pengendara dipaksa memilih: tetap melintas dengan risiko kecelakaan, atau kehilangan akses penghidupan.

Ultimatum Warga: Perbaiki, atau Kami Lawan!

Warga mendesak Pemerintah Provinsi Lampung untuk segera bertindak dan memasukkan perbaikan Jalan AK Gani sebagai prioritas utama anggaran tahun ini.

Namun satu hal yang pasti—kesabaran warga sudah di ujung batas.

Jika pemerintah terus tutup mata, bukan tidak mungkin gelombang protes akan berubah menjadi perlawanan yang lebih besar.

Karena bagi warga Bukit Kemuning, ini bukan lagi soal jalan rusak—ini soal harga diri yang selama ini diinjak-injak. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

“Bau Pembungkaman Pers?” LSM Libra Indonesia Ancam Wartawan, Redaksi Pewarta: Jangan Gunakan Hukum untuk Bungkam Kritik!
AJP Pertanyakan Kelanjutan Laporan Dugaan Korupsi DPRD Lampung Barat, Publik Menunggu Ketegasan Kejaksaan
Skandal Renovasi Bendungan Air Alas? Diduga Gunakan Material Sungai Tanpa Transparansi
Skandal Memalukan! Oknum Pegawai Rutan Diduga Terlibat Upaya Penyelundupan Sabu ke Dalam Lapas Kotabumi, 40 Paket Narkoba Digagalkan
BMKG Waspadai “Godzilla El Niño” 2026: Ancaman Kemarau Ekstrem Mengintai, Polda Lampung Minta Warga Siaga Penuh!
Geger Desa Peucangpari! Dugaan Penyimpangan BLT DD 2020–2023 Menguat, Warga Minta Audit Menyeluruh
MoU Pemkab OKU Timur dan Kejaksaan Negeri Diperbarui, Perkuat Sinergi Bidang Hukum Perdata dan TUN
Sinergi Polres Lampung Utara dan Lapas Kotabumi Gagalkan Penyelundupan Sabu

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 00:17 WIB

“Bau Pembungkaman Pers?” LSM Libra Indonesia Ancam Wartawan, Redaksi Pewarta: Jangan Gunakan Hukum untuk Bungkam Kritik!

Rabu, 15 April 2026 - 19:28 WIB

AJP Pertanyakan Kelanjutan Laporan Dugaan Korupsi DPRD Lampung Barat, Publik Menunggu Ketegasan Kejaksaan

Rabu, 15 April 2026 - 18:10 WIB

Skandal Renovasi Bendungan Air Alas? Diduga Gunakan Material Sungai Tanpa Transparansi

Rabu, 15 April 2026 - 17:56 WIB

Skandal Memalukan! Oknum Pegawai Rutan Diduga Terlibat Upaya Penyelundupan Sabu ke Dalam Lapas Kotabumi, 40 Paket Narkoba Digagalkan

Rabu, 15 April 2026 - 17:46 WIB

BMKG Waspadai “Godzilla El Niño” 2026: Ancaman Kemarau Ekstrem Mengintai, Polda Lampung Minta Warga Siaga Penuh!

Berita Terbaru