Aceh Tengah – MediaViral.net
Kegiatan Safari Subuh “Rabu Berkah” di Masjid Raudhatul Jannah, Kampung Blang Kolak I, Kecamatan Bebesen, Rabu (15/4/2026), mendadak menjadi panggung peringatan keras bagi masyarakat. Kapolres Aceh Tengah, Muhamad Taufiq, secara tegas menyoroti berbagai persoalan krusial yang dinilai bisa mengancam stabilitas daerah jika terus diabaikan.
Di hadapan jamaah, Kapolres mengingatkan bahwa situasi aman dan kondusif di Aceh Tengah bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh. Ia menegaskan, kelalaian sedikit saja dari masyarakat dapat membuka celah munculnya gangguan keamanan.

“Situasi saat ini memang aman, tapi jangan sampai kita terlena. Kalau masyarakat lengah, potensi gangguan kamtibmas bisa muncul kapan saja,” tegasnya dengan nada serius.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung maraknya penyebaran hoaks yang dinilai semakin meresahkan. Kapolres memperingatkan masyarakat agar tidak menjadi bagian dari penyebar informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Hoaks itu berbahaya. Bisa memicu kepanikan, bahkan konflik. Jangan asal percaya, apalagi ikut menyebarkan,” ujarnya.
Isu kelangkaan BBM yang sempat beredar pun ikut disorot. Kapolres memastikan bahwa kabar tersebut tidak benar dan meminta masyarakat tidak mudah terpancing isu yang belum terverifikasi.
Selain persoalan informasi, disiplin berlalu lintas juga menjadi sorotan tajam. Kapolres menilai masih banyak masyarakat yang mengabaikan keselamatan diri, terutama dengan tidak menggunakan helm saat berkendara.
“Jangan tunggu celaka baru sadar. Helm itu untuk menyelamatkan nyawa, bukan sekadar formalitas,” katanya dengan tegas.
Yang tak kalah mengejutkan, Kapolres juga mengungkap lemahnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak. Ia mencontohkan kasus laporan anak hilang yang sempat menghebohkan, namun ternyata hanya karena kurangnya komunikasi dalam keluarga.
“Ini bukti bahwa pengawasan kita masih lemah. Anak bisa pergi tanpa kabar, orang tua panik. Hal seperti ini harus jadi perhatian serius,” ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan keluarga masing-masing, memperkuat komunikasi, serta tidak lengah dalam menjaga keamanan bersama.
Safari Subuh yang awalnya berlangsung khidmat itu pun berubah menjadi momen refleksi keras bagi masyarakat Aceh Tengah—bahwa ancaman tidak selalu datang dari luar, tetapi juga bisa muncul dari kelalaian sendiri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, tokoh agama, serta masyarakat yang mengikuti shalat subuh berjamaah. (mediaviral.net)










