Kayuagung, OKI, Sumatera Selatan – MediaViral.net
Kasus dugaan pelanggaran kehadiran dan pengelolaan anggaran di SDN 15 Kayuagung kian memicu kemarahan publik. Alih-alih mendapatkan kejelasan, masyarakat justru disuguhkan sikap saling lempar tanggung jawab dari jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang dinilai bungkam dan sulit dihubungi.
Sorotan kini mengarah ke Sekretaris Daerah (Sekda) OKI, Asmar Wijaya. Respons singkat yang ia sampaikan melalui WhatsApp kepada jurnalis PPWI pada Senin (13/04/2026) dinilai terlalu normatif dan belum menunjukkan ketegasan.

“Tks infonya akan kita teruskan ke yang terkait,” tulisnya singkat.
Jawaban tersebut memantik kekecewaan publik. Banyak pihak menilai pernyataan itu tidak cukup untuk menjawab keresahan masyarakat yang menuntut kejelasan dan tindakan konkret atas dugaan pelanggaran yang terjadi.
Salah satu warga Kayuagung, Siti Aisyah, secara tegas menyuarakan kekecewaannya. Ia menilai pemerintah daerah terkesan lamban dan tidak serius menangani persoalan yang menyangkut dunia pendidikan.
“Ini bukan sekadar masalah internal. Ini soal uang rakyat dan masa depan anak-anak. Kalau hanya diteruskan tanpa tindakan tegas, sama saja membiarkan masalah ini berlarut-larut,” tegasnya.
Ia juga menyoroti sikap sejumlah pejabat Disdik OKI yang dinilai tidak kooperatif dan cenderung menghindar dari tanggung jawab. Kondisi ini semakin memperkuat kecurigaan publik terhadap transparansi penanganan kasus.
“Kalau pejabatnya saling lempar tanggung jawab dan sulit dihubungi, wajar kalau publik curiga. Jangan sampai ada yang disembunyikan,” tambahnya.
Gelombang desakan kini semakin menguat. Masyarakat meminta agar Sekda OKI tidak hanya menjadi penerus laporan, tetapi juga mengambil langkah nyata dan tegas terhadap setiap dugaan pelanggaran.
Publik juga menuntut transparansi dalam proses penanganan kasus ini. Jika terbukti terjadi penyimpangan anggaran atau pelanggaran disiplin, maka sanksi harus dijatuhkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.
Kasus SDN 15 Kayuagung kini menjadi ujian serius bagi komitmen Pemerintah Kabupaten OKI dalam menjaga integritas dan akuntabilitas pengelolaan pendidikan. Jika tidak segera dituntaskan, kepercayaan masyarakat dikhawatirkan akan terus menurun. (mediaviral.net)










