Lampung, mediaviral.net
Wakil Gubernur Propinsi Lampung Jihan Nurlela diminta serius pikirkan masyarakat Propinsi Lampung, terpilih menjadi Wakil Gubernur agar bisa membuat trobosan bagaimana masyarakatnya sejahtera, bukan malah berjoget di lapangan.
Masalah di Propinsi Lampung masih banyak yang belum kelar, misalkan seperti harga singkong yang membuat masyarakat merugi sehingga menimbulkan banyak angka kemiskinan, jalan dimana-mana banyak yang rusak, dan sekolahan masuk SMA banyak bermasalah.

Diketahui Propinsi Lampung berasal dari Kesultanan Palembang Darussalam atau yang dikenal Sriwijaya, jadi di Propinsi Lampung juga banyak orang Melayu bahkan mencapai satu sampai dua juta jiwa dari total masyarakat Propinsi Lampung 9 juta jiwa, di antara mereka mungkin ada keturunan Kesultanan Palembang Darussalam, dan apakah anda tidak malu dengan mereka kalau dinilainya wajar saja asal nya sampah mau diletak kan kemana juga tetap akan menjadi sampah.
Kalau Jihan belum sanggup menjadi Wakil Gubernur mengapa dahulu mau jabatan itu, kalau anda mau jabatan itu maka maubtidak mau anda harus siap mengemban amanah, berjiwalah seorang pemimpin bukan seperti anak gadis yang baru besar.
Jangan salahkan masyarakat yang memilih, karna masyarakat juga masih banyak yang SDM nya katagori menengah kebawah, jangan juga salahkan partai yang mengusung, karna Partai bersifat bodo amat siapa yang jadi mau itu sampah atau emas yang penting tujuan dan Partai besar.
Diakui Jihan menang karna suku dari dia sekitar 50% dari jumlah penduduk Propinsi Lampung, tapi perlu di ingat juga bahwa Kesultanan mana pemilik tanah awal mula.
Dan perlu di pahami juga kalau suku Jawa datang ke Propinsi Lampung di tahun 1903 berawal jumlah 50 ribu jiwa, di tambah trans di jaman Sukarno dan Suharto sehingga kini menjadi 4 juta sampai 5 juta jiwa, karna pertumbuhan penduduk dari 50 ribu jiwa tahun 1903 sekarang bisa mencapai 2 juta jiwa.
Diharapakan kedepan Jihan menjadi Wakil Gubernur menjadi lebih baik lagi, sejahterakan rakyat, stop berpikir pembodohan rakyat, jadilah Pemimpin yang berjiwa pemimpin bukan berjiwa mewakili budak Belanda.










