Ahmad Dhani Tidak Terima Disebut Biang Kerok Anak di Bully, Sujiwo Tejo: Bapak Polah Anak Kepradah

Kamis, 24 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, mediaviral.net

Musisi sekaligus politisi Ahmad Dhani kembali menjadi sorotan setelah perbincangan panasnya dengan budayawan Sujiwo Tejo dalam program Q&A di Metro TV.

Dalam diskusi yang membahas dampak kehidupan orang tua terhadap anak, Ahmad Dhani dengan tegas menolak anggapan bahwa perilakunya menjadi penyebab utama anak-anaknya dari Maia Estianty maupun Mulan Jameela menjadi sasaran perundungan atau bullying dari warganet.

banner 600x600

Alih-alih menyangkal, suami Mulan Jameela ini justru membuat pengakuan yang mengejutkan.

Pendiri Dewa 19 ini mengklaim dirinya adalah pelaku bullying sejak dulu, sehingga ia tidak terlalu terpengaruh ketika menjadi korban perundungan di masa sekarang.

“Saya itu pelaku bullying,” ujar Ahmad Dhani dengan penuh percaya diri dalam acara tersebut, Minggu 14 Juli 2025.

Pengakuan ini dilontarkan Ahmad Dhani sebagai jawaban atas pertanyaan mengapa dirinya seolah santai menghadapi berbagai komentar negatif yang ditujukan kepadanya, yang seringkali berimbas pada anak-anaknya.

“Dari SMP, SMA saya suka bully. Makanya saya kalau di-bully ketawa aja, ‘Apaan sih, bully?'” lanjutnya, menyiratkan bahwa pengalamannya sebagai perundung membuatnya kebal terhadap serangan serupa.

Baca Juga :  Grand Opening Jamboel Chicken House: Ayam Geprek dengan Sambal Khas yang Menggoda di Grabag

Mantan suami Maia Estianty ini juga menjelaskan bahwa dirinya memiliki cara tersendiri dalam mendidik anak-anaknya untuk menghadapi kerasnya dunia.

Menurutnya, ia tidak banyak memberikan nasihat verbal, melainkan contoh nyata atau suri tauladan.

Sebab, Ahmad Dhani percaya anak-anaknya belajar dari bagaimana caranya bersikap dan berinteraksi dengan orang lain.

“Saya enggak perlu kasih nasihat verbal, ‘harus begini sama orang, harus hormat sama yang lebih tua, harus cium tangan sama yang lebih tua’. Itu saya enggak ngomongin, tapi mereka melihat saya begitu sama orang,” jelas suami Mulan Jameela tersebut.

Namun, argumen Ahmad Dhani tersebut langsung dipatahkan oleh Sujiwo Tejo dengan sebuah pepatah Jawa yang tajam dan menohok.

Sujiwo Tejo membalikkan logika yang dibangun oleh Dhani, dari yang tadinya ‘anak polah bapak kepradah’ (tingkah laku anak yang membuat orang tua menanggung akibatnya) menjadi sebaliknya.

“Biasanya begini lho, Jo, kebalikannya. Ada pepatah Jawa yang sangat terkenal, namanya ‘anak polah bapak kepradah’,” buka Sujiwo Tejo.

Baca Juga :  Polda Banten Gelar Apel Pengamanan Gabungan Dalam Rangka Kunjungan Wakil Presiden RI di Tanara

Sujiwo Tejo lantas melontarkan pertanyaan retoris yang langsung membuat Ahmad Dhani terdiam sejenak.

“Sekarang pertanyaannya dibalik, apakah ini ‘bapak polah, anak kepradah’?” tanya Sujiwo Tejo.

Sontak, pernyataan tersebut mengimplikasikan bahwa justru tingkah laku Ahmad Dhani sebagai bapak lah yang membuat anak-anaknya harus ‘kepradah’ atau menanggung akibat buruknya, yakni menjadi sasaran bullying.

Diserang dengan pepatah tersebut, Dhani berusaha membela diri dengan menegaskan bahwa perilaku bullying yang dilakukannya terjadi di masa lalu.

Selain itu, ayah 5 anak ini juga menekankan bullying yang dilakukannya dulu di dunia nyata, bukan di dunia maya seperti yang dialami anaknya.

“Saya bully kan dulu, zaman dulu. Waktu SMP, SMA,” jawab Dhani, mencoba mengalihkan konteks.

Diskusi ini menyoroti bagaimana jejak digital dan citra publik seorang figur seperti Ahmad Dhani tak hanya memengaruhi dirinya sendiri, tetapi juga memberikan dampak langsung pada kehidupan anak-anaknya, sebuah realitas yang tak bisa ia pungkiri meskipun ia telah memberikan “suri tauladan” versinya sendiri.

banner 600x600

Berita Terkait

TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini
Garmin Health dan PBESI Hadirkan Teknologi Wearable untuk Tingkatkan Kesiapan Timnas Esports Indonesia
Lima Gubernur Sumbagsel Berkumpul di Palembang, Soroti Ketertinggalan dan Desak Aksi Nyata Pembangunan
UN Indigenous Forum Opens With Pressure for Real-World Results
Setelah 30 Tahun, Ronaldo Kembali ke Indonesia, GBK Siap Bergemuruh
Digital Value “Disappears”: Constitutional Court Tests Telco Power and Consumer Rights
Pelayanan Leasing BAF Mengecewakan, Wilson Lalengke: Jangan Tipu Nasabah
Indonesia–Malaysia Bergerak Cepat! Ancaman di Lebanon Bikin Dua Negara Serius Lindungi Pasukan Perdamaian

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:07 WIB

TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini

Selasa, 1 September 2026 - 09:06 WIB

Garmin Health dan PBESI Hadirkan Teknologi Wearable untuk Tingkatkan Kesiapan Timnas Esports Indonesia

Minggu, 26 April 2026 - 00:52 WIB

Lima Gubernur Sumbagsel Berkumpul di Palembang, Soroti Ketertinggalan dan Desak Aksi Nyata Pembangunan

Selasa, 21 April 2026 - 07:23 WIB

UN Indigenous Forum Opens With Pressure for Real-World Results

Sabtu, 18 April 2026 - 15:59 WIB

Setelah 30 Tahun, Ronaldo Kembali ke Indonesia, GBK Siap Bergemuruh

Berita Terbaru