Asia Tenggara, April 2026 – MediaViral.net
Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Asia Tenggara kian terasa dalam beberapa bulan terakhir. Dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia akibat tensi geopolitik, sejumlah negara memilih menyesuaikan harga dengan mekanisme pasar. Namun, Indonesia masih bertahan dengan kebijakan subsidi yang membuat harga BBM relatif lebih rendah dibanding negara lain.
Singapura Tertinggi, Tembus Rp50 Ribu per Liter

Singapura menjadi negara dengan harga BBM tertinggi di Asia Tenggara. Harga bensin di negara tersebut berkisar antara Rp43.000 hingga lebih dari Rp50.000 per liter.
Tingginya harga ini disebabkan oleh tidak adanya subsidi serta penerapan pajak bahan bakar yang tinggi. Pemerintah Singapura juga menggunakan kebijakan ini untuk mengendalikan jumlah kendaraan di jalan.
Laos, Filipina, Myanmar, dan Kamboja Ikuti Harga Global
Negara seperti Laos, Filipina, Myanmar, dan Kamboja mencatat harga BBM di kisaran Rp26.000 hingga Rp33.000 per liter.
Minimnya subsidi serta tingginya ketergantungan pada impor minyak membuat negara-negara ini sangat rentan terhadap fluktuasi harga minyak dunia.
Thailand dan Vietnam di Posisi Menengah
Thailand dan Vietnam berada di posisi menengah dalam hal harga BBM. Di Thailand, harga berkisar antara Rp16.000 hingga Rp27.000 per liter, sementara Vietnam sekitar Rp15.000 hingga Rp18.000 per liter.
Kedua negara ini menerapkan kebijakan semi-subsidi, sehingga harga tetap mengikuti pasar namun masih dikendalikan oleh pemerintah.
Indonesia dan Malaysia Termurah, Berkat Subsidi
Indonesia dan Malaysia menjadi negara dengan harga BBM paling rendah di kawasan.
Di Indonesia, harga Pertamax (RON 92) masih berada di kisaran Rp12.300 hingga Rp13.000 per liter, sementara BBM subsidi tetap dipertahankan pemerintah.
Kondisi ini memberikan keuntungan bagi masyarakat, namun di sisi lain menimbulkan tantangan terhadap beban anggaran negara.
Timor Leste di Kisaran Menengah
Timor Leste mencatat harga BBM di kisaran Rp19.000 hingga Rp21.000 per liter. Sebagai negara yang bergantung pada impor energi, harga BBM di sana cukup dipengaruhi oleh kondisi global.
Indonesia Dihadapkan pada Tantangan
Perbedaan harga BBM antarnegara di Asia Tenggara dipengaruhi oleh kebijakan subsidi, pajak, serta mekanisme penentuan harga di masing-masing negara.
Indonesia saat ini masih menahan harga melalui subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, jika harga minyak dunia terus meningkat, kebijakan tersebut berpotensi menjadi beban fiskal yang cukup besar.
Pertanyaan yang kini muncul adalah, sampai kapan kebijakan ini dapat dipertahankan tanpa berdampak pada stabilitas keuangan negara?
MediaViral.net
Fakta Tajam, Berimbang, dan Terpercaya










