“Rp450 Juta atau Dideportasi!” – Skandal Dugaan Pemerasan Oknum Imigrasi Yogya Gegerkan Publik, Investor Asing Diperlakukan Bak ‘ATM Berjalan’

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – MediaViral.net

Skandal memalukan kembali mengguncang wajah birokrasi Indonesia. Alih-alih memberi pelayanan, oknum aparat justru diduga menjadikan kewenangan sebagai alat menekan dan “memeras” warga asing.

Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI) resmi melaporkan dua oknum petugas Imigrasi Yogyakarta ke Direktorat Jenderal Imigrasi, Rabu (15/4/2026). Dua nama yang disorot, SDM (Silvester Donna Making) dan ST (Shefti Tarigan), diduga menjadi aktor di balik praktik kotor yang mencoreng institusi negara.

banner 600x600

Ancaman Telanjang: Bayar atau Diusir!

Tiga mahasiswa asing sekaligus investor—Abdullah (Yaman), Qomar, dan Hamza (Pakistan)—mengaku dipaksa memilih antara dua opsi: menyerahkan uang Rp150 juta per orang atau menghadapi deportasi serta blacklist bertahun-tahun.

Total uang yang diminta? Rp450 juta. Tunai. Tanpa basa-basi.

Padahal, ketiganya bukan pendatang ilegal. Mereka adalah mahasiswa aktif dan investor yang telah mendirikan PT Tigaminds International Ventures, mengelola usaha kuliner di Sleman, membayar pajak rutin, dan membuka lapangan kerja bagi warga lokal.

Baca Juga :  Solar Ilegal Jalan Terus, Hukum Tumpul, PPWI Banten Tantang Aparat Ungkap Oknum Pembeking

Namun ironis, kontribusi itu justru dibalas dengan tekanan yang diduga mengarah pada pemerasan.

Investor Dijerat, Birokrasi Dipertontonkan

Alih-alih dilayani sesuai prosedur saat mengurus perubahan visa, para korban justru mengaku “diburu” dengan berbagai dalih administratif. Celah-celah kecil dibesar-besarkan, lalu dijadikan alat tawar untuk menekan.

Lebih parah lagi, tekanan disebut tidak berhenti di kantor. Telepon dan pesan WhatsApp diduga terus berdatangan di luar jam kerja—pagi, siang, malam—seolah memberi sinyal: uang adalah satu-satunya jalan keluar.

PPWI Meledak: Ini Bukan Oknum, Ini Penyakit!

Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, tak menahan amarah. Ia menyebut kasus ini sebagai bentuk nyata pengkhianatan terhadap negara.

Menurutnya, tindakan semacam ini bukan lagi sekadar pelanggaran etik, tetapi sudah masuk kategori perusakan sistem dan penghancuran kepercayaan internasional terhadap Indonesia.

Ia bahkan mengingatkan bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, pemerintah sedang gencar menarik investor asing. Namun di lapangan, ada aparat yang justru bertindak sebaliknya—diduga “mengusir” investor dengan cara-cara kotor.

Baca Juga :  Surat Terbuka Warga Kecamatan Banjit untuk Pemerintah Kabupaten Way Kanan

Dugaan Permainan Kotor di Balik Seragam

Yang membuat publik semakin geram, dugaan praktik ini terjadi di institusi yang seharusnya menjadi garda depan pelayanan negara.

Jika benar, maka ini bukan sekadar kasus individu, melainkan indikasi adanya “penyakit lama” yang belum juga dibersihkan: penyalahgunaan wewenang demi keuntungan pribadi.

Para korban sendiri mengaku telah memastikan legalitas usaha mereka sesuai aturan, bahkan mendapat penegasan dari instansi terkait bahwa proses bisnis mereka tidak bermasalah.

Ujian Besar Ditjen Imigrasi: Bersih atau Tutup Mata?

Kini sorotan tajam mengarah ke Direktorat Jenderal Imigrasi. Publik menunggu: apakah kasus ini akan diusut tuntas atau justru tenggelam seperti banyak kasus serupa?

Langkah tegas bukan lagi pilihan—melainkan keharusan.

Jika tidak, pesan yang sampai ke dunia internasional sangat jelas:
berinvestasi di Indonesia bukan hanya soal bisnis, tapi juga siap menghadapi tekanan oknum aparat. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Jalinsum Jadi “Jalur Maut”, Pengerukan Aspal Dibiarkan, Nyawa Melayang di Sumber Jaya
Diduga Jadi “Sarang Narkoba”, Lapas Kayuagung Diguncang Isu Suap Rp200 Juta: Oknum KPLP YP Diseret ke Pusaran Skandal
Retret di Akmil, Ketua DPRD Empat Lawang Digembleng: Siap Tegas Kawal Kekuasaan atau Sekadar Seremonial?
Dana BOS Rp45 Juta di SDN Mandaling Cikembar Disorot, Diduga Ada Rekayasa Laporan
Free Nutritious Meal Programme: A Strategic Engine for Indonesia’s Economic Power and Global Competitiveness
Dana BOS Rp232 Juta di SDN 1 Citamiang Disorot, Diduga Ada Rekayasa Laporan
Baru Seumur Jagung, Jembatan Desa Gobang Ambruk! Dalih “Bencana Alam” Picu Tanda Tanya Publik
Dana Desa Rp1,72 Miliar di Sirnagalih Diduga Jadi Bancakan, LBHK-Wartawan Jabar Siap Laporkan Kades ke Tipikor!

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 15:40 WIB

Jalinsum Jadi “Jalur Maut”, Pengerukan Aspal Dibiarkan, Nyawa Melayang di Sumber Jaya

Sabtu, 18 April 2026 - 14:42 WIB

Diduga Jadi “Sarang Narkoba”, Lapas Kayuagung Diguncang Isu Suap Rp200 Juta: Oknum KPLP YP Diseret ke Pusaran Skandal

Sabtu, 18 April 2026 - 14:35 WIB

Retret di Akmil, Ketua DPRD Empat Lawang Digembleng: Siap Tegas Kawal Kekuasaan atau Sekadar Seremonial?

Sabtu, 18 April 2026 - 05:34 WIB

Dana BOS Rp45 Juta di SDN Mandaling Cikembar Disorot, Diduga Ada Rekayasa Laporan

Sabtu, 18 April 2026 - 03:01 WIB

Free Nutritious Meal Programme: A Strategic Engine for Indonesia’s Economic Power and Global Competitiveness

Berita Terbaru