Pesta Perpisahan atau Pungutan Terselubung? SMP 1 Lebah Gumanti Kumpulkan Rp70 Juta dari Siswa

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebah Gumanti, Solok, Sumatera Barat — MediaViral.net

Kegiatan perpisahan siswa kelas IX SMP 1 Lebah Gumanti yang digelar di objek wisata Pila Alahan Panjang kini menuai sorotan tajam. Alih-alih sekadar acara perpisahan sederhana, kegiatan ini justru dinilai menyerupai “pesta mahal” yang membebani orang tua siswa.

Bagaimana tidak, setiap siswa diwajibkan membayar iuran sebesar Rp350 ribu. Dengan jumlah siswa mencapai sekitar 200 orang, total dana yang terkumpul diperkirakan menyentuh angka fantastis: Rp70 juta.

banner 600x600

Angka ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Untuk ukuran acara perpisahan tingkat SMP, biaya tersebut dinilai tidak wajar dan berpotensi memberatkan, terutama bagi wali murid dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Baca Juga :  Reses Anggota DPRD Lampung Komisi IVBudi Yuhanda

Pihak sekolah berdalih bahwa dana tersebut digunakan untuk kebutuhan acara seperti konsumsi, dekorasi, dan dokumentasi. Namun, transparansi penggunaan anggaran hingga kini belum dijelaskan secara rinci kepada publik.

Sejumlah pihak menilai, kegiatan perpisahan seharusnya menjadi momen sederhana yang penuh makna, bukan ajang bermewah-mewahan di lokasi wisata dengan biaya tinggi. Bahkan, muncul dugaan bahwa praktik seperti ini bisa mengarah pada pungutan yang tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi orang tua siswa.

Baca Juga :  Diduga Masalah Asmara Dengan Kekasih, Seorang Pemuda di Kumai Nekat Mengakhiri Hidupnya

“Ini perpisahan atau ajang gengsi?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi ini kembali memunculkan pertanyaan klasik: apakah sekolah masih berpihak pada dunia pendidikan yang inklusif, atau justru tanpa sadar menciptakan tekanan finansial baru bagi masyarakat?

Jika tidak ada klarifikasi terbuka dari pihak sekolah, bukan tidak mungkin polemik ini akan terus bergulir dan menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan di daerah. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Dana BOS Rp45 Juta di SDN Mandaling Cikembar Disorot, Diduga Ada Rekayasa Laporan
Free Nutritious Meal Programme: A Strategic Engine for Indonesia’s Economic Power and Global Competitiveness
Dana BOS Rp232 Juta di SDN 1 Citamiang Disorot, Diduga Ada Rekayasa Laporan
Baru Seumur Jagung, Jembatan Desa Gobang Ambruk! Dalih “Bencana Alam” Picu Tanda Tanya Publik
Dana Desa Rp1,72 Miliar di Sirnagalih Diduga Jadi Bancakan, LBHK-Wartawan Jabar Siap Laporkan Kades ke Tipikor!
Darurat Korupsi Desa, Ratusan Kepala Desa Terseret Kasus
“Serbu” Jakarta! Bupati Lampung Barat Desak Kerja Sama dan Bantuan, DKI Tak Bisa Lagi Tutup Mata
Trinusa Pesisir Barat Siap “Kepung” KPK 21 April 2026, Bawa Dugaan Korupsi Daerah ke Pusat

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 05:34 WIB

Dana BOS Rp45 Juta di SDN Mandaling Cikembar Disorot, Diduga Ada Rekayasa Laporan

Sabtu, 18 April 2026 - 03:01 WIB

Free Nutritious Meal Programme: A Strategic Engine for Indonesia’s Economic Power and Global Competitiveness

Sabtu, 18 April 2026 - 01:33 WIB

Dana BOS Rp232 Juta di SDN 1 Citamiang Disorot, Diduga Ada Rekayasa Laporan

Sabtu, 18 April 2026 - 01:09 WIB

Baru Seumur Jagung, Jembatan Desa Gobang Ambruk! Dalih “Bencana Alam” Picu Tanda Tanya Publik

Sabtu, 18 April 2026 - 00:25 WIB

Darurat Korupsi Desa, Ratusan Kepala Desa Terseret Kasus

Berita Terbaru