Lampung Barat — MediaViral.net
Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang selama ini menjadi jalur utama transportasi justru berubah menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan. Di wilayah Sumber Jaya, Lampung Barat, proyek pengerukan aspal yang tidak segera diikuti perbaikan diduga menjadi penyebab meningkatnya kecelakaan, bahkan hingga menimbulkan korban jiwa.
Aspal yang telah dikeruk menyisakan lubang-lubang dalam dan permukaan jalan yang tidak rata. Kondisi tersebut semakin berbahaya saat hujan turun, karena lubang tertutup genangan air sehingga sulit dikenali oleh pengendara, khususnya pengendara sepeda motor.

Kecelakaan Terjadi Hampir Setiap Hari
Warga menyebutkan bahwa kecelakaan di jalur dari Desa Dwikora, Lampung Utara menuju Lampung Barat terjadi hampir setiap hari. Sedikitnya enam orang dilaporkan mengalami luka parah, bahkan terdapat korban meninggal dunia yang diduga akibat terperosok ke dalam lubang bekas pengerukan jalan.
“Setiap hari ada saja yang jatuh. Apalagi kalau malam atau hujan, lubangnya tidak kelihatan,” ujar seorang warga.
Pengendara sepeda motor menjadi kelompok paling rentan karena sulit menghindari lubang yang muncul tiba-tiba di tengah jalan.
Minim Pengamanan, Risiko Semakin Tinggi
Kondisi di lapangan menunjukkan minimnya rambu peringatan dan pengamanan di area proyek. Tidak terlihat penanda yang cukup jelas untuk memperingatkan pengendara tentang adanya pengerukan jalan.
Padahal, dalam setiap proyek perbaikan jalan, aspek keselamatan seharusnya menjadi prioritas utama. Pengerukan tanpa pengamanan dan tanpa percepatan perbaikan dapat meningkatkan risiko kecelakaan secara signifikan.
Tanggung Jawab Dipertanyakan
Jalan Lintas Sumatera merupakan jalan nasional yang berada di bawah tanggung jawab pemerintah pusat melalui instansi terkait, bersama dengan kontraktor pelaksana proyek.
Masyarakat kini mempertanyakan keseriusan pihak terkait dalam menangani kondisi ini. Jika kecelakaan terus terjadi akibat jalan yang tidak segera diperbaiki, maka hal tersebut berpotensi menjadi bentuk kelalaian yang perlu dievaluasi secara menyeluruh.
Desakan Perbaikan Segera
Masyarakat berharap agar perbaikan jalan dapat segera dilakukan, disertai dengan pemasangan rambu peringatan dan pengamanan yang memadai. Selain itu, transparansi dalam pelaksanaan proyek juga dinilai penting agar publik mengetahui progres dan tanggung jawab pihak terkait.
Jalan sebagai fasilitas publik seharusnya memberikan rasa aman, bukan justru menjadi sumber bahaya. Jika kondisi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan jumlah korban akan terus bertambah. (mediaviral.net)










