Oku Timur/Sumatra Selatan, mediaviral.net
Kegiatan lomba senam yang digelar oleh Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten OKU Timur mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, kegiatan yang berlangsung di Balai Rakyat Pemkab OKU Timur pada Senin (22/7) tersebut dinilai kurang menghormati waktu ibadah, khususnya saat azan Ashar berkumandang.
Menurut sejumlah saksi mata, saat azan Ashar terdengar dari musholla yang berada di sekitar lokasi acara, panitia lomba tetap memutar musik senam dengan volume tinggi. Musik berirama cepat dan keras itu bahkan terdengar lebih dominan dibandingkan suara azan, sehingga mengganggu kekhusyukan umat Muslim yang hendak melaksanakan salat. “Kami sangat menyayangkan hal ini. Mestinya kegiatan dihentikan sejenak atau paling tidak volumenya dikecilkan saat azan. Ini kan dekat sekali dengan musholla,” ujar seorang pegawai di lingkungan Pemkab yang enggan disebutkan namanya.

Sementara, Ketua PD IWO OKU Timur, Syupriadi menilai bahwa kejadian ini mencerminkan kurangnya kepekaan panitia terhadap nilai-nilai religi yang menjadi bagian penting dari budaya masyarakat OKU Timur. “Senam itu sehat, tapi harus tetap punya etika. Jangan sampai semangat olahraga mengalahkan penghormatan terhadap ibadah,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Perwosi OKU Timur maupun dari pemerintah daerah mengenai hal tersebut.
Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar kegiatan yang bersifat hiburan dan olahraga tetap berjalan seiring dengan nilai-nilai kesopanan dan toleransi keagamaan, khususnya di wilayah yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. (*)










