Kayuagung, OKI, Sumatera Selatan – MediaViral.net
Upaya konfirmasi terkait pemberitaan berjudul “Tak Terlihat Ada Perubahan – Kemanakah Anggaran Pemeliharaan SMAN 1 Kayuagung” hingga kini tidak mendapat respons dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan. Sikap diam ini memicu sorotan tajam publik.
Kepala Bidang SMA Disdik Sumsel, Basuni, diketahui tidak memberikan jawaban meskipun pesan konfirmasi telah dikirim melalui WhatsApp sejak Senin (13/04/2026) pukul 13.40 WIB. Pesan tersebut bahkan telah berstatus ceklis dua, menandakan sudah diterima, namun tetap tanpa balasan.

Kondisi ini memperkuat kesan bahwa pihak terkait enggan memberikan klarifikasi atas persoalan yang tengah disorot. Padahal, pemberitaan sebelumnya menyoroti kondisi memprihatinkan fasilitas SMAN 1 Kayuagung yang dinilai jauh dari kata layak.
Di lapangan, berbagai kerusakan terlihat jelas: plafon jebol, cat dinding memudar, lantai pecah, hingga halaman sekolah yang dipenuhi rumput liar. Ironisnya, setiap tahun disebutkan terdapat anggaran pemeliharaan yang seharusnya digunakan untuk merawat fasilitas tersebut.
Sikap bungkam dari pejabat Disdik Sumsel ini memantik reaksi keras dari masyarakat. Warga OKI, Siti Aisyah, secara tegas mendesak agar pemerintah provinsi tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut.
“Kami sudah berupaya meminta klarifikasi, tapi tidak ada tanggapan sama sekali. Jangan sampai ini dianggap sepele. Disdik Provinsi harus bertanggung jawab dan tidak boleh tutup mata,” tegasnya.
Ia menilai, sebagai instansi yang membawahi sekolah tingkat SMA, Disdik Provinsi memiliki kewajiban penuh untuk memastikan anggaran benar-benar digunakan sebagaimana mestinya.
“Ini bukan hanya soal bangunan rusak, tapi soal transparansi anggaran. Kalau setiap tahun ada dana pemeliharaan, kenapa kondisi sekolah tetap seperti ini? Ini yang harus dijelaskan secara terbuka,” tambahnya.
Desakan publik kini semakin menguat. Masyarakat meminta agar Disdik Provinsi Sumsel segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh serta memberikan penjelasan resmi kepada publik.
Jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, kekhawatiran akan adanya dugaan ketidakwajaran dalam pengelolaan anggaran akan semakin menguat. Kasus ini pun dinilai menjadi ujian serius bagi komitmen transparansi dan akuntabilitas pemerintah dalam dunia pendidikan. (mediaviral.net)










