Ratusan Satpol PP Provinsi Lampung Unjuk Rasa di Kantor Gubernur, Desak M. Zulkarnain Mundur

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung – MediaViral.net

Ratusan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Lampung menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Lampung, Rabu (29/4/2026). Aksi tersebut menuntut pencopotan Kepala Satpol PP Provinsi Lampung, M. Zulkarnain.

Aksi berlangsung dari Lapangan Korpri Pemerintah Provinsi Lampung hingga ke depan Kantor Gubernur. Dalam kesempatan itu, massa juga menyerahkan surat pernyataan kepada Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan.

banner 600x600

Surat tersebut ditandatangani oleh sejumlah pejabat dan personel Satpol PP, mulai dari Sekretaris Satpol PP Rudi Sofian, Kepala Bidang PPUD Lakoni, Kabid SDM Bobiansah, hingga para kepala seksi, kasubbag, komandan pleton, dan anggota.

Dalam isi surat, para penandatangan meminta agar M. Zulkarnain dicopot atau diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala Satpol PP Provinsi Lampung.

Baca Juga :  Bulan Penuh Berkah Kapolsek Rantau Alai Bagikan Takjil!

“Kami memohon dan meminta kepada Bapak agar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja saat ini yang bernama M. Zulkarnain diganti atau diberhentikan,” demikian kutipan dalam surat tersebut.

Mereka menegaskan bahwa tuntutan itu disampaikan secara sadar tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.

Dalam surat tersebut juga diuraikan sejumlah keberatan terhadap kepemimpinan M. Zulkarnain. Ia dinilai tidak profesional dalam memimpin organisasi serta disebut kerap menimbulkan konflik internal di lingkungan Satpol PP.

Selain itu, massa menyoroti proses penyusunan anggaran tahun 2026 yang disebut tidak melibatkan pejabat administrator maupun kepala bidang, sehingga dinilai menghambat pelaksanaan program kerja di internal organisasi.

Tak hanya itu, muncul pula tudingan terkait permintaan setoran di sektor keuangan, dugaan menghambat kenaikan pangkat pejabat fungsional, serta penggunaan kendaraan dinas yang dianggap berlebihan.

Baca Juga :  Upaya Sejahterakan Para Petani Sawit, Bupati Batu Bara Gelar FGD dengan Agen Sawit

Massa juga menyinggung dugaan perilaku tidak pantas terhadap staf perempuan, serta pola kepemimpinan yang dinilai subjektif dan tidak kondusif bagi jalannya organisasi.

Para penandatangan mengungkapkan bahwa persoalan internal tersebut sebenarnya telah disampaikan melalui surat anonim pada Januari lalu. Namun hingga kini, mereka menilai belum ada tindak lanjut dari pimpinan daerah.

“Yang bersangkutan dalam memimpin organisasi selalu menggunakan sentimen pribadi, tidak objektif, dan sering berubah-ubah sehingga banyak tugas dan fungsi tidak bisa berjalan,” tulis mereka dalam surat tersebut.

Dalam poin terakhir, massa memperingatkan bahwa jika tuntutan tidak segera ditindaklanjuti, maka aksi demonstrasi lanjutan berpotensi kembali terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari M. Zulkarnain terkait tuntutan tersebut. (mediaviral.net)

banner 600x600

Berita Terkait

Masalah Banjir, BBWS Mesuji–Sekampung Siapkan Master Plan Rp5 Miliar untuk Bandar Lampung
Soal Hak Siswa, FAMS Minta Gubernur Banten Turun Tangan
Warga Pertanyakan Dana Ketahanan Pangan Rp150 Juta di Desa Rejo Mulyo, Kandang Ada, Kambing Tak Kunjung Datang
Diduga Toko Elektronik Disulap Jadi THM Ilegal, Aroma “Backing” Oknum APH Menguat di Perdagangan I
Ardito Wijaya Dipindahkan ke Rutan Way Huwi: Publik Desak KPK Bertindak Lebih Tegas, Tangkap Semua Kepala Daerah di Lampung
Motor Hilang di Parkiran Klinik Kaira, Pelaku Berhasil Ditangkap Polisi
“Jangan Tebang Pilih!” Kejati Lampung Disorot, Publik Desak Pejabat Aktif Juga Disikat
Bupati Berharap KONI Lampung Utara Maju dan Cetak Prestasi Baru di Porprov November 2026

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 23:00 WIB

Ratusan Satpol PP Provinsi Lampung Unjuk Rasa di Kantor Gubernur, Desak M. Zulkarnain Mundur

Rabu, 29 April 2026 - 22:55 WIB

Masalah Banjir, BBWS Mesuji–Sekampung Siapkan Master Plan Rp5 Miliar untuk Bandar Lampung

Rabu, 29 April 2026 - 22:49 WIB

Soal Hak Siswa, FAMS Minta Gubernur Banten Turun Tangan

Rabu, 29 April 2026 - 22:43 WIB

Warga Pertanyakan Dana Ketahanan Pangan Rp150 Juta di Desa Rejo Mulyo, Kandang Ada, Kambing Tak Kunjung Datang

Rabu, 29 April 2026 - 22:37 WIB

Diduga Toko Elektronik Disulap Jadi THM Ilegal, Aroma “Backing” Oknum APH Menguat di Perdagangan I

Berita Terbaru

Daerah

Soal Hak Siswa, FAMS Minta Gubernur Banten Turun Tangan

Rabu, 29 Apr 2026 - 22:49 WIB