Bandar Lampung – MediaViral.net
Insiden dugaan intimidasi terhadap jurnalis terjadi di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Selasa (21/04/2026). Peristiwa ini menimpa Edi, wartawan Harian Kandidat, saat menjalankan tugas peliputan.
Kejadian bermula ketika Edi berupaya mewawancarai anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi PKB, Robiatul Adawiyah, usai mengikuti persidangan kasus dugaan korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pesawaran dengan terdakwa Syahril Taufik.

Diketahui, terdakwa memiliki hubungan kekerabatan dengan Robiatul Adawiyah.
Saat dimintai keterangan, Robiatul menolak memberikan wawancara.
“Permisi, Mbak, izin wawancara sebentar,” ujar Edi.
Namun, ia langsung menanggapi singkat, “Tidak, saya tidak mau diwawancarai,” sambil berlalu meninggalkan lokasi.
Situasi kemudian memanas ketika seorang perempuan yang diduga kerabat Robiatul ikut campur. Dengan nada tinggi, ia melarang pengambilan gambar serta mempertanyakan identitas wartawan.
“Ngapain video-video? Kalian tidak berhak. Kami ini bukan terdakwa. Siapa nama kamu? Oh dari Kandidat, tunggu saja ya,” ucapnya dengan nada ancaman.
Tidak berhenti di situ, perempuan tersebut diduga kembali mendatangi wartawan dan melakukan kontak fisik, sembari melontarkan ancaman akan melaporkan ke pihak kepolisian atas tuduhan pencemaran nama baik.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena terjadi di ruang publik, saat jurnalis tengah menjalankan tugas profesinya yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Secara hukum, narasumber memang memiliki hak untuk menolak wawancara. Namun, tindakan yang mengarah pada intimidasi, ancaman, hingga dugaan menghalangi kerja jurnalistik berpotensi melanggar ketentuan hukum yang berlaku.
Profil Singkat Robiatul Adawiyah
Robiatul Adawiyah merupakan anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kehadirannya di persidangan SPAM Pesawaran disebut sebagai bentuk dukungan keluarga terhadap terdakwa.
Meski demikian, sebagai pejabat publik, keberadaannya tetap menjadi perhatian media, terutama dalam kasus yang berkaitan dengan dugaan korupsi yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Robiatul Adawiyah maupun Fraksi PKB DPRD Kota Bandar Lampung terkait insiden tersebut. (mediaviral.net)










