Lampung — MediaViral.net
Ancaman narkoba di Provinsi Lampung tidak lagi bisa dianggap persoalan biasa. Situasinya kian mengkhawatirkan dan telah memasuki tahap darurat. Jika tidak ditangani secara serius dan bersama-sama, generasi muda Lampung terancam menjadi korban berikutnya dari kejahatan yang terorganisir dan sistematis ini.
Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polda Lampung menunjukkan bahwa peredaran dan penyalahgunaan narkotika masih terus terjadi dan menyasar berbagai lapisan masyarakat, tanpa memandang usia maupun status sosial.

Di tengah kondisi yang semakin mengkhawatirkan ini, Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Provinsi Lampung tampil di garis depan. Tidak sekadar menjadi pendamping, GRANAT secara tegas menyatakan perang terhadap narkoba dan seluruh jaringan di belakangnya.
Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung, H. Tony Eka Candra, menegaskan bahwa peredaran narkoba bukan hanya kejahatan biasa, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap bangsa.
“Bandar dan pengedar narkoba adalah musuh nyata. Mereka merusak masa depan anak-anak kita demi keuntungan pribadi. Ini tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.
GRANAT bersama aparat penegak hukum mendorong pendekatan yang tidak hanya represif, tetapi juga menyasar akar persoalan. Edukasi, sosialisasi, dan penyuluhan dilakukan secara masif hingga ke desa-desa, menyasar generasi muda, keluarga, hingga tokoh masyarakat.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Peredaran narkoba mengikuti hukum pasar: selama permintaan masih tinggi, pasokan akan terus mengalir. Artinya, perang melawan narkoba tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku, tetapi juga harus menekan permintaan melalui peningkatan kesadaran masyarakat.
GRANAT pun menggencarkan pelatihan penyuluh anti-narkoba, menciptakan kekuatan masyarakat sebagai ujung tombak di lapangan. Mereka bergerak dari rumah ke rumah, dari sekolah ke sekolah, membawa satu pesan tegas: narkoba adalah ancaman nyata yang dapat menghancurkan siapa saja.
Namun, di balik upaya tersebut, tantangan masih membayangi. Keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, serta belum maksimalnya dukungan dari berbagai pihak menjadi hambatan yang harus segera diatasi.
Pertanyaannya, sampai kapan semua pihak hanya menjadi penonton?
Perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat atau organisasi tertentu. Ini adalah tanggung jawab bersama. Orang tua, guru, pemerintah daerah, hingga masyarakat luas harus turun tangan sebelum semuanya terlambat.
GRANAT menegaskan bahwa penyalahguna adalah korban yang harus diselamatkan, sementara bandar dan pengedar merupakan pelaku utama yang harus ditindak tegas tanpa kompromi.
Jika tidak ada langkah nyata dan keberanian untuk bertindak sekarang, maka Lampung berisiko kehilangan satu generasi.
Saatnya bersatu. Saatnya melawan. Sebelum semuanya terlambat. (mediaviral.net)










