Lampung Utara –
MediaViral.net
Desa Melungun Ratu, Kecamatan Sungkai Tengah, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, menjadi sorotan publik. Pasalnya, jalan utama desa tersebut terpotong oleh rel kereta api tanpa dilengkapi pintu penghalang maupun pos penjagaan, sehingga membahayakan keselamatan warga.
Jalan tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari. Tidak adanya jalur alternatif membuat warga terpaksa melintasi rel kereta api tanpa pengamanan yang memadai. Kondisi ini disebut telah berlangsung selama puluhan tahun.

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan pada Senin (27/4/2026), perlintasan tersebut sudah berkali-kali memakan korban jiwa. Kecelakaan terjadi akibat kendaraan warga tertabrak kereta api saat melintas.
Salah satu warga berinisial RD mengatakan bahwa jalan tersebut sangat vital bagi masyarakat.
“Ini jalan utama yang selalu dilewati warga karena tidak ada jalan alternatif lain. Sudah banyak korban jiwa akibat tertabrak kereta api. Hampir setiap tahun pasti ada kejadian,” ujarnya.
Tim Media Viral KPK yang turun langsung ke lokasi membenarkan kondisi tersebut. Perlintasan rel berada tepat di jalur utama desa tanpa adanya palang pintu maupun petugas penjaga.
Di lokasi, tim juga bertemu dengan salah satu pekerja perbaikan rel kereta api, yang diketahui bernama Hariyanto. Saat dikonfirmasi terkait tidak adanya fasilitas pengaman, ia menyampaikan bahwa perlintasan tersebut merupakan jalan desa, bukan jalan lintas utama.
“Ini jalan desa, Pak, bukan jalan lintas,” jelasnya.
Namun, kondisi tersebut justru menimbulkan kekhawatiran warga. Mereka menilai bahwa status jalan tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan aspek keselamatan, mengingat tingginya aktivitas masyarakat di jalur tersebut.
Warga Desa Melungun Ratu berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk segera mengambil tindakan. Mereka meminta agar perlintasan tersebut dilengkapi dengan pintu penghalang serta pos penjagaan guna mencegah terjadinya kecelakaan di masa mendatang.
“Harapan kami, tolong pemerintah segera memasang palang pintu dan menyediakan penjaga. Ini demi keselamatan masyarakat, karena jalan ini setiap hari dilalui warga,” ungkap warga.
Masyarakat menegaskan bahwa keberadaan fasilitas pengaman di perlintasan tersebut sangat penting, mengingat jalan tersebut telah digunakan selama puluhan tahun dan jumlah penduduk terus bertambah. Mereka berharap tidak ada lagi korban jiwa akibat kurangnya infrastruktur keselamatan di wilayah tersebut. (mediaviral.net)










